Periskop.id - PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta bakal memperluas layanannya dari daratan hingga perairan. Mulai 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengalihkan pengelolaan transportasi laut menuju dan antarwilayah Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan kepada BUMD tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perubahan pengelolaan menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Warga Kepulauan Seribu diharapkan memperoleh kemudahan mobilitas yang setara dengan masyarakat di lima kota administrasi Jakarta.

"Mulai tahun depan, dari seluruh kota maupun Kepulauan Seribu, transportasinya harus lebih mudah dan efisien. Pengelolaannya tidak lagi dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi akan diberikan kepada BUMD, dalam hal ini Transjakarta," kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8).

Saat ini angkutan laut milik Pemprov DKI masih dikelola Dishub melalui Unit Pengelola Angkutan Perairan. Dishub mengoperasikan 11 kapal untuk rute reguler dan wisata dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, menuju pulau-pulau berpenduduk, termasuk Tidung, Pari, Pramuka, Kelapa, Panggang hingga Sabira. Pemesanan tiket juga telah tersedia secara digital melalui JaketBoat dengan tarif Rp44.000-Rp74.000 sesuai rute.

Integrasi Darat dan Laut

Pramono menilai persoalan konektivitas Kepulauan Seribu tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi Jakarta secara keseluruhan.

"Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu. Maka saya sudah memutuskan, mulai tahun depan nanti, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Kepulauan Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Kepulauan Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu," ucap Pramono.

Kebutuhan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Pemprov. Pada Juli 2025, Pramono menyebut sekitar 31 ribu warga Kepulauan Seribu masih menghadapi kesulitan mobilitas antara pulau dan daratan meski akses angkutan umum di wilayah Jakarta daratan semakin terintegrasi.

Warga Kepulauan Seribu juga telah menjadi salah satu kelompok yang memperoleh fasilitas transportasi umum gratis di daratan. Pada Maret 2026, misalnya, Pemprov membagikan 1.108 Kartu Layanan Gratis kepada warga di wilayah kepulauan tersebut.

"Sehingga dengan demikian warga di Pulau Seribu pasti akan mendapatkan kemudahan transportasi ke Pulau Seribu," tuturnya.

 

Kapal cepat rute Kepulauan Seribu
Kapal cepat rute Kepulauan Seribu berlabuh di Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. dok. Dishub DKI

 

 

 

Pemprov sebelumnya juga menambah armada dengan meluncurkan kapal Paus 2 dan Paus 3. Masing-masing kapal berkapasitas sekitar 80 penumpang dan digunakan untuk mendukung perjalanan wisata ke sejumlah pulau.

Meski keputusan pengalihan telah diumumkan, rincian mengenai skema operasional Transjakarta di laut, integrasi tarif, jumlah armada, rute, maupun nasib sistem JaketBoat belum disampaikan. Detail tersebut menjadi penting karena karakter angkutan laut berbeda dari layanan bus yang selama ini menjadi bisnis utama Transjakarta.

Transjakarta Makin Luas

Rencana tersebut menunjukkan perubahan posisi Transjakarta dari operator bus menuju pengelola ekosistem mobilitas yang lebih luas.

Sepanjang triwulan I 2026, gabungan pengguna Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112,1 juta perjalanan, tumbuh 7,99% dibandingkan 103,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan didorong perluasan rute, armada, integrasi antarmoda, serta digitalisasi pembayaran.

Jika pengelolaan angkutan laut terealisasi, integrasi transportasi Jakarta tidak lagi berhenti pada bus dan kereta, tetapi mulai menjangkau satu-satunya kabupaten administrasi yang secara geografis terpisah oleh laut.

Langkah tersebut juga berpotensi mendukung pariwisata Kepulauan Seribu. Akses transportasi menjadi salah satu faktor penting bagi wisatawan karena perjalanan menuju pulau-pulau masih bergantung pada kapal dari sejumlah pelabuhan di Jakarta Utara.

LRT Kelapa Gading-Manggarai Segera Beroperasi

Pada saat bersamaan, Pemprov DKI juga terus memperluas jaringan transportasi berbasis rel. LRT Jakarta koridor Pegangsaan Dua-Manggarai sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026. Pemprov mencatat progres konstruksinya telah mencapai sekitar 95% pada pertengahan Juli.

"Mulai dari Kelapa Gading sampai Manggarai sepanjang 12,2 kilometer, investasinya atau budget-nya kurang lebih Rp12,1 triliun, berhenti di 11 stasiun, waktu tempuhnya 28 menit, akan segera diresmikan," ucap Pramono.

Jalur tersebut akan menghubungkan kawasan utara Jakarta dengan Manggarai. Seluruh stasiun dirancang memiliki koneksi dengan Transjakarta, sedangkan Stasiun Manggarai terhubung dengan KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara. Koridor itu diproyeksikan melayani sekitar 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari secara bertahap.

Informasi terbaru menyebut peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan pada 26 Agustus 2026 setelah mengalami penyesuaian jadwal. Pramono berharap Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan koridor tersebut.

Rencana menyerahkan transportasi laut kepada Transjakarta pada akhirnya memperluas agenda integrasi mobilitas DKI. Tantangan berikutnya adalah memastikan perubahan operator tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghasilkan jadwal kapal yang lebih pasti, armada yang andal, tiket yang mudah diakses, serta perjalanan darat-laut yang terhubung bagi warga Kepulauan Seribu maupun wisatawan.