Periskop.id - Kementerian Pariwisata merilis buku "Wonderful Indonesia Diving Directory". Buku ini menjadi rujukan komprehensif bagi wisatawan maupun penyelam profesional untuk mengenal destinasi dengan titik selam terbaik di Indonesia
“Direktori ini diharapkan menjadi panduan yang informatif sekaligus edukatif. Baik bagi wisatawan maupun pemangku kepentingan, dalam mengembangkan pariwisata selam yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/12).
Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Jakarta, Selasa (16/12), Widiyanti menjelaskan, buku itu tidak hanya memuat informasi lokasi dan keunggulan destinasi selam, tetapi juga dilengkapi dengan aspek keselamatan dan keamanan.
Di dalamnya tercantum informasi tentang ketersediaan rumah sakit dengan hyperbaric chambers. Termasuk kesiapan industri melalui keberadaan dive operator profesional, serta ragam aktivitas wisata berbasis konservasi ekosistem laut yang dapat dilakukan di sekitar lokasi penyelaman.
Buku itu juga mengelompokkan destinasi selam dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan kawasan Indonesia Timur sebagai fokus utama karena berada di jantung Coral Triangle. Sejumlah destinasi unggulan yang dibahas antara lain Bunaken, Wakatobi, Morotai, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.
Ia pun menekankan sebagai pusat kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar dalam mengembangkan pariwisata bahari.
"Direktori ini diharapkan mendukung pengembangan dan promosi destinasi bahari sebagai salah satu penggerak utama Program Pariwisata Naik Kelas, serta mendorong tumbuhnya minat wisata berbasis konservasi yang menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, “Wonderful Indonesia Diving Directory” dapat diakses melalui laman indonesia.travel, untuk dimanfaatkan sebagai acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Khususnya dalam mengembangkan, mempromosikan, dan mengelola destinasi wisata selam secara terpadu dan berkelanjutan.
Kehadiran platform digital ini diharapkan mempermudah wisatawan dalam memperoleh informasi yang akurat. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal dalam menjaga kualitas serta kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Pelatihan Keselamatan
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata memperketat aspek keselamatan dan keamanan aktivitas wisata selam di Indonesia, melalui rangkaian pelatihan bertajuk "Diving Safety 1000 Initiatives" yang diselenggarakan di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
"Diving Safety 1000 Initiatives di Raja Ampat merupakan kegiatan ke-8 dalam rangkaian pelatihan nasional selam," kata Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar Itok Parikesit beberapa waktu lalu.
Pelatihan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Banten, Kepulauan Seribu, Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, dan Gili Matra. Pelatihan digelar dengan berkolaborasi bersama Divers Alert Network (DAN) serta Professional Association of Diving Instructors (PADI), dan berlangsung pada 4 hingga 6 Agustus 2025 di Aula Dolphin Cottage, Waisai, Raja Ampat.
Sebanyak 150 peserta dari frontliner atau pelaku usaha wisata selam yang kerap berinteraksi langsung dengan wisatawan, mengikuti pelatihan tersebut. Di antaranya, kapten kapal, kru, pemandu selam, hingga staf resort.
Para peserta pelatihan akan menerima edukasi keselamatan menyelam mulai dari penanganan darurat hingga keterampilan pertolongan pertama. Materi edukasi yang diberikan meliputi Basic Life Support (BLS) dan Emergency Oxygen Provider, termasuk teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dan penggunaan oksigen murni untuk penanganan pertama pada kecelakaan penyelam.
Selain pelatihan, dalam kegiatan ini juga diberikan paket sarana keselamatan berupa peralatan oksigen dan P3K. Organisasi nirlaba internasional di bidang keselamatan wisata selam,Divers Alert Network, turut berpartisipasi dengan memberikan 10 unit regulator oksigen.
Bantuan ini merupakan bagian dari penyaluran 1.000 unit regulator oksigen secara bertahap ke berbagai wilayah di Indonesia, sebagai bagian dari kampanye nasional. Raja Ampat sendiri merupakan bagian dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) di mana aktivitas wisata selam menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah menuju Raja Ampat sebagai destinasi wisata berkualitas tinggi dan berkelanjutan (High Quality Sustainable Tourism Destination). Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kolaborasi antara Kemenpar bersama DAN serta PADI, secara konsisten menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam upaya meningkatkan aspek keselamatan wisata selam di Indonesia.
Widiyanti menekankan, faktor keselamatan dan keamanan bagi wisatawan tentu harus jadi perhatian utama dalam kegiatan wisata selam. Terlebih sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata selam yang diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.
"Hal ini sejalan dengan MOU atau nota kesepahaman antara Kemenpar dengan DAN untuk mewujudkan destinasi wisata selam yang aman atau Indonesia as a Safe Diving Destination," ujar Widiyanti.
Tinggalkan Komentar
Komentar