Kemenkeu Laporkan Defisit APBN Per Agustus 2026 Capai Rp240,1 Triliun
Defisit APBN per Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, naik dari Rp235,6 triliun pada Juli.

Periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan Juli yang mencapai Rp235,6 triliun atau 0,91%.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara merincikan untuk keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp154 triliun. Pada pendapatan negara yang tumbuh 25,4% secara tahunan (year on year/yoy) atau Rp2.055,6 triliun.
"Dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatif on track. Defisit yang artinya adalah 0,93% dari PDB kita," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (18/9).
Tercatat penerimaan perpajakan mencapai Rp1.619,3 triliun atau tumbuh 21,7% yang terdiri dari penerimaan pajak meningkat 24,1% atau Rp1.409 triliun yoy. Kepabeanan dan cukai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8% yoy.
"Penerimaan tumbuh sangat sehat 25,4%, pajaknya juga tumbuh sangat sehat 24,1%. Kepabeanan dan cukai sudah positif, kalau beberapa bulan yang lalu mungkin kelihatan masih di bawah, tapi ini sudah cukup baik Rp210,2 triliun di akhir Agustus dan ini adalah pertumbuhan yang baik 7,8% yoy," terangnya.
Selanjutnya, untuk belanja negara dilaporkan tercatat Rp2.295,7 triliun atau tumbuh 17,1% secara tahunan yang di antaranya belanja pemerintah pusat Rp1.791,5 triliun atau 56,9% terhadap APBN, belanja kementerian/lembaga Rp912,4 triliun atau 60,4%.
"Belanja negara yang tumbuh cukup kuat, belanja K/L dan Lembaga," paparnya.
Sedangkan belanja non-K/L Rp879,1 triliun atau 53,6% dan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp504,3 triliun. Untuk pembiayaan anggaran tercatat Rp473,5 triliun atau 68,7% terhadap APBN.
"Di akhir Agustus 2026 kinerja APBN kita itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali," tutupnya.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Suahasil Nazara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit apbn, dan APBNKita dengan mengeklik tautan.





Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.