Dolar AS Melemah ke Rp17.845 di Pembukaan Rabu (23/9)
Dolar AS dibuka melemah 0,22% ke Rp17.845 pada Rabu pagi, setelah sebelumnya ditutup di Rp17.884. Pergerakannya variatif terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Periskop.id - Nilai tukar dolar Amerika Serikat berbalik melemah di pembukaan perdagangan Rabu (23/9). Mata uang Paman Sam bergerak di kisaran Rp17.800 pada pagi hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS terkoreksi 0,22% ke level Rp17.845. Posisi ini turun dibanding penutupan sehari sebelumnya, Selasa (22/9), yang berada di Rp17.884.
Pelemahan serupa juga tercatat dari sumber data lain. Berdasarkan RTI Business, dolar AS pagi ini melemah 0,16% ke level Rp17.817.
Pergerakan dolar AS terpantau variatif terhadap sejumlah mata uang negara besar lainnya. Terhadap euro (EUR), dolar AS berkurang 0,12%.
Penurunan juga terjadi pada pasangan dolar AS dengan poundsterling Inggris (GBP), yang melemah 0,16%. Sementara terhadap dolar Australia (AUD), mata uang Paman Sam tergerus 0,18%.
Kondisi berbeda justru terjadi pada pasangan dolar AS dengan yen Jepang (JPY). Dolar AS malah menguat 0,15% terhadap mata uang tersebut.
Penguatan dolar AS juga tercatat terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,12%. Begitu pula terhadap franc Swiss (CHF), dolar AS naik 0,13%.
Meski melemah di perdagangan pagi ini, posisi dolar AS secara keseluruhan masih kuat jika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang. Berdasarkan data RTI Business, mata uang Paman Sam tercatat masih menguat 6,84% sepanjang 2026.
Fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia ini menjadi indikator yang biasa dipantau pelaku pasar setiap hari. Pergerakannya turut memengaruhi sentimen di pasar keuangan domestik.
Data dari Bloomberg dan RTI Business kerap menjadi rujukan untuk memantau tren pergerakan dolar AS harian. Kedua sumber tersebut mencatat arah pelemahan yang konsisten pada pembukaan perdagangan hari ini, meski dengan besaran persentase yang sedikit berbeda.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kurs, dolar AS, dan Rupiah dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.