Pencarian Korban KMP Virgo Hari ke-10, 117 Orang Belum Ditemukan
Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 memasuki hari kesepuluh, sementara 117 orang dari total 243 penumpang di manifes kapal belum ditemukan.

Periskop.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari kesepuluh pada Selasa (22/9). Sebanyak 117 orang dari total 243 penumpang dalam manifes kapal masih dalam pencarian.
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Triono menyebutkan, Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari kesepuluh operasi. Dengan tambahan tersebut, total 126 orang telah ditemukan sejak insiden tenggelamnya kapal.
"Memasuki hari kesepuluh, Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia," ujar Triono dalam keterangan resmi, Rabu (23/9).
Dari 126 orang yang telah ditemukan, rinciannya sebanyak 108 orang dalam kondisi selamat, sedangkan 18 orang lainnya meninggal dunia. Sisanya, 117 orang, masih dalam proses pencarian Tim SAR Gabungan.
Untuk mendukung proses evakuasi, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan tiga unit reefer container atau peti kemas pendingin sebagai tempat penampungan sementara jenazah. Ketiga unit tersebut dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin.
"Ketiga reefer container tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin dan diperkirakan tiba besok, Rabu (23/9). Selanjutnya, container tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi jenazah dari lokasi tenggelamnya kapal," kata Triono.
Ditjen Perhubungan Laut juga mengerahkan sejumlah kapal negara guna mendukung operasi SAR, yakni KN Kunyit, KN.P.211 Grantin, dan KN Miang Besar. KN Miang Besar ditempatkan di Ring 1 bersama KN SAR Pacitan, KRI Nala, dan KRI Canopus.
Sementara itu, KN.P.211 Grantin berada di Ring 2 bersama KP Orca 06 dan KN SAR Wisanggeni. Adapun KN Kunyit disiapkan khusus untuk mendukung pemasangan reefer container di lokasi operasi.
Di tengah proses pencarian korban, Kemenhub mulai memperkuat persiapan proses salvage atau pengangkatan bangkai KMP Virgo Transport 8. Proses tersebut dikoordinasikan bersama pemilik kapal, surveyor dan adjuster, serta pihak asuransi.
Survei bawah air turut dilakukan dengan melibatkan penyelam dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui kondisi kapal dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan metode pengangkatan kapal.
Kemenhub menyebut proses penetapan status kapal sebagai Total Loss juga terus dipercepat. Status tersebut diperlukan agar kapal dapat dinyatakan sebagai kerangka kapal, sehingga proses salvage dapat segera dilakukan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan kecelakaan kapal dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.