Periskop.id – 61 tahun bukanlah waktu yang pendek. Sepanjang usia tersebut, sudah banyak catatan perjalanan dan kenangan yang terukir dan membetuk harmoni. Hal inilah yang dirasakan warga SMAN 14 Jakarta kala memperingati hari jadinya ke 61 yang dirayakan Bersama dengan Hari Guru 2025.

HARMONY atau “Honoring Teachers & Anniversary of SMAN 14 in Unity" yang mengangkat tema "MELODY, Meaningful Education and Legacy of Our Dedication for Youth", tak sekadar dimaknai lewat selebrasi. Momen ini menjadi sebuah pengingat, setiap langkah kecil di masa lalu, telah menumbuhkan dedikasi besar yang kini diteruskan untuk membangun generasi muda. 

“Bersama kita mengawal masa depan generasi Z siap menghadapi kehidupan. Sukses hanya dapat diraih ketika kita keluar dari Zona nyaman dan kemalasan,” kata Albaini Zuhdi, Plt. Kepala SMAN 14 Jakarta. 

Bisa dibilang, HUT SMA Negeri 14 Jakarta yang ke-61 dan Hari Guru 2025 ibarat keharmonisan yang menyatukan insan SMAN 14 Jakarta. Keduanya menggambarkan betapa berharganya peran guru, sekaligus perjalanan sekolah yang sudah berusia lebih dari setengah abad.

“Selamat ulang tahun sekolah! Semoga kita selalu menjadi tempat yang memupuk generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berilmu. Guru hebat, Indonesia kuat. Semoga semangatmu terus menginspirasi. Selamat merayakan Hari Guru Nasional. Sekolah Bermartabat, Guru Hebat, Indonesia Kuat,” ucap Rini Prilani, Guru Pembina Osis/MPK SMAN 14 Jakarta.

Acara sendiri berlangsung selama dua hari, tanggal 21 dan 22 November 2025, dengan puncak acara di tanggal 22 November 2022 di SMAN 14 Jakarta. Acara dimeriahkan oleh Seminar oleh Ninik L Karim dengan tema : Aku Orang Indonesia yang Bahagia. 

Selain itu, ada Donor Darah bekerjasama dengan PMI Jakarta Timur, Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh Dokter Dokter Alumni SMAN 14 Jakarta, Penampilan Ekskul dan Guru, serta berbagai perlombaan yang melibatkan murid dan guru 

Ada juga Pameran Ekskul dan Memori SMAN 14 Jakarta, Pentas Seni antara lain penampilan Band Band dari Kelas X, XI, dan XII, Bazaar makanan dan minuman dari Kantin Sekolah, OSIS, Orang Tua Murid, dan Support booth makanan dan minuman gratis dari beberapa sponsor yang dikoordinir melaui FKKS (Forum Komunikasi Komite Sekolah) Jakarta Timur.

Acara ditutup dengan pembagian Door Prize dan bermacam hadiah menarik dari Donasi Orang Tua Murid yang sangat antusias untuk terselenggaranya Acara ini. Ketua Komite SMAN 14 Jakarta Amirah menuturkan, secara keseluruhan peran besar Alumni dan OTM dalam mensukseskan acara ini menjadi faktor utama. 

Menurutnya, kolaborasi OTM, Alumni dan pihak sponsor dengan Komite menjadikan acara ini semakin meriah dan diharap dapat memberikan manfaat buat sekolah.

“Seperti irama lagu, diciptakan dengan nada tinggi dan rendah, disusun dengan paduan harmoni sehingga menghasilkan irama yang indah didengarkan begitu juga harmoni 14 menyatunya pikiran jiwa jiwa generasi emas untuk menghasilkan karya yang indah,” tuturnya. 

Kehadiran Wapres
Sejatinya, kemeriahan HUT SMA 14 dan Hari Guru 2025, tak hanya berhenti di acara yang sukses digelar. Te[at di Hari Guru 2025, Selasa (25/11), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 14 Jakarta. Kehadiran Gibran menegaskan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui pemenuhan gizi peserta didik.

Setibanya di SMA Negeri 14 Jakarta, Wapres disambut para guru sebelum mengunjungi sejumlah ruang kelas. Dia pun menyapa siswa yang tengah bersiap mengikuti ujian serta mengecek menu MBG yang disajikan hari ini, yakni nasi kuning, lauk berprotein, sayuran, dan buah segar.

“Menu hari ini apa? Enak? Yuk, dimakan sampai habis biar makin fokus belajarnya,” ujar Gibran sambil berinteraksi dengan para siswa.

Dalam momentum Hari Guru Nasional, ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik di Tanah Air atas pengabdian mereka dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Pemerintah, kata Gibran, berharap Program MBG mampu memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan daya konsentrasi, kesehatan fisik, hingga prestasi akademik dan nonakademik siswa. Kunjungan ini juga menjadi penegasan bahwa kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga merupakan kunci terciptanya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berkarakter.