iklan periskop
Ekonomi

Airlangga: Kesehatan Keuangan Harus Jadi Hasil Utama Program Inklusi

OJK dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu UNSGSA Queen Máxima untuk membahas penguatan inklusi, literasi, dan kesehatan keuangan masyarakat.

8 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Inclusive Finance for Development, Queen Máxima, pada Kamis (27/11) di Jakarta. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Queen Máxima selama berada di Indonesia.

Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan awareness mengenai pentingnya kesehatan keuangan masyarakat. Ia menekankan bahwa isu ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Menurut Airlangga, konsep financial health mencakup sejumlah nilai utama yang perlu diperhatikan. Nilai tersebut meliputi inklusi keuangan, literasi, serta pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk jasa keuangan yang tersedia.

Ia menyebut bahwa berbagai produk tersebut mencakup layanan seperti kredit, hipotek (mortgage), maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perumahan. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap produk-produk ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan keuangan.

Financial health itu kan kalau dalam value keuangan mulai dari pertama inklusi, kedua literasi, ketiga literasi itu mengetahui produk-produk perbankan apakah itu mortgage, utang, atau KPR perumahan dan sekarang dimonitor banyak masyarakat yang tahu,” ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa Queen Máxima mengingatkan pentingnya mendorong kesehatan keuangan sebagai outcome utama dari berbagai program inklusi dan literasi keuangan yang telah berjalan. Pesan tersebut disampaikan dalam konteks peran Queen Máxima sebagai UNSGSA.

Ia menambahkan bahwa PBB mendorong negara-negara untuk memastikan program inklusi dan literasi keuangan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Nah ini yang akan kita dalami dan bekerjasama dengan PBB,” jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada peluang kerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesehatan keuangan masyarakat Indonesia.


 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Airlangga Hartarto, queen maxima, unsga, inklusi keuangan, literasi keuangan, dan financial health dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.