Periskop.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengemukakan, pemerintah terus memperluas pembangunan kampus baru SMA Taruna Nusantara di berbagai daerah. Saat ini di antaranya berlokasi di Malang, Cimahi, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prasetyo menyampaikan, dua kampus baru itu merupakan perluasan dari Kampus SMA Taruna Nusantara Magelang yang dikelola Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPP-SDP) dan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara.
"Setelah Kampus SMA Taruna Nusantara Magelang, sekarang Kementerian Pertahanan di bawah Yayasan YPP-SDP dan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara, telah membangun dua Kampus SMA Taruna Nusantara di Malang dan di Cimahi," kata Pras, Selasa (13/1).
Selain itu, kata Prasetyo, proses pembangunan juga tengah berjalan di tiga lokasi lainnya, yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan. Dikatakan Prasetyo, pembangunan kampus-kampus tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pendidikan unggulan sekaligus mendukung pemerataan fasilitas pendidikan di Tanah Air.
Prasetyo menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus pada percepatan penyelesaian Pembangunan, agar seluruh fungsi pendidikan di kampus-kampus baru tersebut dapat segera beroperasi secara optimal.
“Catatannya adalah perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” ujarnya.
Pemerintah berharap, pembangunan kampus baru SMA Taruna Nusantara ini dapat segera memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Juga berkontribusi pada penyiapan sumber daya manusia unggul di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai keberadaan sekolah seperti SMA Taruna Nusantara (TN) dibutuhkan oleh setiap negara. Pasalnya, sekolah sepeti ini bisa menjadi wadah untuk menjaring dan membina putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kapasitas akademik unggul.
Karena itu, sekolah seperti TN di tujukan untuk mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
"SMA Taruna Nusantara didirikan sekian puluh tahun lalu dengan maksud untuk mencari putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina, diberi kesempatan yang baik sehingga, dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat dan pada ujungnya dapat menjadi kader bangsa yang berguna," kata Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara di Malang, Jawa Timur, Selasa.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Menurut Presiden, kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui penguasaan kedua bidang tersebut, sebuah negara dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat, termasuk terbebas dari kemiskinan dan kelaparan.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menilai sekolah-sekolah seperti SMA Taruna Nusantara menjadi kebutuhan strategis. Berdasarkan pengamatannya terhadap negara-negara yang berkembang pesat maupun yang telah maju, terdapat banyak sekolah sejenis yang berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
"Di Malaysia saja sudah lebih dari 20, di Inggris sudah ada ratusan sekolah-sekolah semacam ini. Kita bertekad untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Presiden.
Lebih lanjut Kepala Negara menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus memperluas akses terhadap Pendidikan, melalui penambahan SMA Taruna Nusantara. Prabowo mengingatkan, SMA Taruna Nusantara pertama didirikan di Magelang pada 1990 atas dorongan Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI L.B. Moerdani, kemudian dilanjutkan pembinaannya pada masa Jenderal TNI Try Sutrisno.
Saat ini, SMA Taruna Nusantara telah hadir di Magelang, Malang, dan Cimahi. Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Minahasa di Sulawesi Utara, serta Pagar Alam di Sumatera Selatan. "Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi," ucapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar