Periskop.id - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan, Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan tahun ajaran 2026/2027 resmi tercatat sebanyak 36.973 pendaftar, hingga penutupan masa registrasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, pergeseran paradigma masyarakat terhadap madrasah telah berubah, bercermin pada membludaknya pendaftar dari tahun ke tahun.
"Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Kepercayaan publik atau masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat setiap tahunnya," ujar Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2).
MAN unggulan itu terdiri atas MAN Insan Cendekia (MAN IC), MAN Program Keagamaan (MAN PK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan Nasional (MAKN).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya menegaskan, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) tidak hanya menjadi lembaga pendidikan unggulan, tetapi harus menjadi inspirasi pendidikan nasional.
"Keunggulan MAN IC bukan hanya untuk kita sendiri. Kita harus berbagi inspirasi dan menjadikan madrasah ini sebagai model pendidikan unggulan yang diakui di dunia internasional," ujar Menag Nasaruddin Umar beberapa waktu lalu.
Menag mengingatkan bahwa prestasi yang telah diraih MAN IC harus dikomunikasikan dengan lebih luas. Menag Nasaruddin menyoroti perlunya lembaga pendidikan tersebut memperluas pengaruhnya di tingkat global.
"Jangan terlalu tawaduk hingga keberhasilan MAN IC tidak terlihat. Dunia perlu tahu bahwa madrasah kita mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia," ucap Menag.
Efisiensi Tinggi
Suyitno melanjutkan, penerapan sistem digital sepenuhnya tahun ini menunjukkan efisiensi tinggi. Data Kemenag mengonfirmasi, seluruh peserta telah menuntaskan unggah berkas daring tanpa ada dokumen yang tertinggal di status draf.
Dari total puluhan ribu pendaftar, kata dia, mayoritas siswa memilih jalur kompetisi terbuka yakni jalur tes 36.126 pendaftar dan jalur prestasi 404 pendaftar.
Seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) ini dilaksanakan serentak selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu (14-15 Februari 2026) pada berbagai titik lokasi di Indonesia. Suyitno menjelaskan madrasah dirancang untuk mencetak generasi yang unggul secara iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), namun tetap kokoh dalam imtak (iman dan takwa).
Senada dengan hal tersebut Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah menjamin seluruh proses seleksi, baik jalur prestasi maupun CBT, berjalan secara transparan melalui sistem digital terintegrasi.
Menurut dia, keunggulan kompetitif madrasah terletak pada nilai tambah berupa pendidikan akhlak dan pendalaman agama yang menjadi modal kuat pembangunan bangsa. Ia menyebut, tingginya jumlah pendaftar tahun 2026 ini kian memperkokoh posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang seimbang, antara capaian akademik dan pembentukan karakter mulia.
Tinggalkan Komentar
Komentar