periskop.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang sangat solid, menegaskan pertumbuhan konsisten di seluruh lini bisnisnya. Sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp276 miliar melonjak 115% dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp129 miliar.
Hal tersebut berkat kombinasi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit yang sehat, serta peningkatan jumlah nasabah. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan kepercayaan nasabah dan efektivitas strategi kolaborasi perseroan.
"Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka," tutur Arief dalam keterangannya Jumat (13/3).
Sejalan dengan capain kinerja tersebut, bank jago mengantongi jumlah nasabah mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini meningkat hampir 3 juta dari posisi tahun sebelumnya, menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang ditawarkan Bank Jago.
Lonjakan nasabah juga tercermin dari pertumbuhan DPK sebesar 38% menjadi Rp25,9 triliun, dibandingkan Rp18,8 triliun di 2024. Selain itu, pertumbuhan kredit juga tercatat impresif, meningkat 38% menjadi Rp24,3 triliun, seiring strategi ekspansi yang didukung kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari ekosistem digital, platform teknologi, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya.
"Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah, lebih baik dibanding rata-rata NPL perbankan nasional," sambung Arief.
Seiring ekspansi kredit yang sehat, total aset Bank Jago naik 28% menjadi Rp36,5 triliun per Desember 2025. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di 0,6%, jauh lebih baik dibanding rata-rata perbankan nasional. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 31,6% dan loan-to-deposit ratio (LDR) 94% menunjukkan likuiditas sehat dan permodalan kuat, memberi fondasi kokoh bagi pengembangan bisnis dan inovasi berkelanjutan.
Selanjutnya, dalam rangka penyaluran kredit langsung berbasis aplikasi dengan prinsip pembiayaan bertanggung jawab. Bank jago meluncurkan layanan Jago Dana Cepat, yang memungkinkan Inovasi digital menjadi kunci pertumbuhan.
Aplikasi Jago ini menghadirkan fitur personalisasi bagi nasabah, termasuk Kantong Valas untuk transaksi dan simpanan mata uang asing, serta Kartu Digital Pro untuk mendukung transaksi pelaku usaha individu. Langkah ini memperkuat posisi Bank Jago sebagai bank digital yang relevan, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, peningkatan jumlah nasabah, DPK, kredit, dan aset yang solid, Bank Jago diproyeksikan dapat mempertahankan momentum positifnya sekaligus memperluas dampak digital banking di Indonesia.
"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," tutup Arief.
Tinggalkan Komentar
Komentar