periskop.id - Ramadan tinggal menghitung hari. umat Islam pun mulai menantikan gema takbir yang berkumandang di setiap masjid, “Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu Akbar. Allāhu Akbar wa lillāhil hamdu,” sebagai tanda datangnya Hari Raya Idulfitri 1447 H, momen kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.
Melansir dari NU Online, tanpa sadar, Ramadan yang seharusnya penuh ibadah malah sering dihabiskan dengan hal-hal duniawi. Kita lebih sering sibuk dengan HP dibandingkan dengan membaca Al-Qur’an.
Lebih mudah membicarakan orang lain daripada memperbanyak Dzikir. Bahkan, kadang lebih antusias mencari takjil dan ngabuburit daripada menyempatkan diri untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.
Pada 10 malam terakhir Ramadan, terdapat malam yang begitu istimewa, Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Istimewanya 10 Hari Terakhir Ramadan
10 hari terakhir Ramadan adalah puncak istimewa dan penting dalam perjalanan ibadah. Waktu yang penuh keberkahan, ampunan, dan peluang besar untuk mendapatkan pahala berlipat ganda.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah rashiyallahu ‘anha, ia berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ
Kāna rasūlullāhi ṣallallāhu 'alaihi wa sallama yajtahidu fil-'asyril-awākhiri mā lā yajtahidu fī ghairih
Artinya: Rasulullah Saw. bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir (bulan Ramadan) yang tidak pernah beliau lakukan di waktu lain" (HR Muslim).
1. Pada Waktu Tersebut Ada Malam Lailatul Qadar
Keutamaan paling besar dari 10 hari terakhir Ramadan adalah kesempatan untuk meraih malam Lailatul Qadar. Malam istimewa yang membawa anugerah besar ini bahkan dijelaskan dalam firman Allah di dalam Al-Qur’an.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya: Lailatul qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3)
Satu malam ibadah di malam tersebut memiliki pahala yang setara dengan ibadah selama puluhan tahun.
2. Kesempatan Emas untuk Memperkuat Ibadah
Waktu ini juga menjadi kesempatan emas yang cocok untuk memaksimalkan ibadah, apalagi ada banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mengisi malam-malam tersebut.
- Menghidupkan Malam Dengan Qiyamul Lail (shalat malam)
Mengisi malam dengan shalat seperti tarawih, tahajud, dan witir adalah cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. - Lebih Sering Membaca Al-Qur’an
Memanfaatkan waktu dengan memperbanyak tilawah Al-Qur’an agar hati menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan. - Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Mengingat Allah melalui dzikir serta memohon ampun atas segala kesalahan dengan memperbanyak istighfar. - Memanjatkan Doa Dengan Penuh Harapan
Memperbanyak doa kepada Allah dengan hati yang tulus, berharap agar segala amal ibadah diterima dan dosa-dosa diampuni.
3. Waktu Terbaik Untuk Mendapatkan Ampunan Allah
Rasulullah saw turut mengajarkan doa yang dianjurkan untuk diamalkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ’annī.
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.
Tinggalkan Komentar
Komentar