Periskop.id - Bank Jakarta memperkenalkan bankjakarta.co.id sebagai wajah digital baru perusahaan, melanjutkan transformasi yang dimulai sejak perubahan identitas dari Bank DKI menjadi Bank Jakarta. Pembaruan tersebut tidak hanya mengganti domain lama, tetapi diarahkan untuk membangun pengalaman digital yang lebih modern, mudah digunakan, dan semakin dekat dengan kebutuhan nasabah.
Peluncuran dilakukan dalam acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Momentum tersebut sekaligus mempertemukan dua agenda transformasi Bank Jakarta, yakni penguatan kanal digital dan perluasan kolaborasi dengan ekosistem Persija serta The Jakmania.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan perubahan alamat digital harus disertai peningkatan kualitas pengalaman nasabah.
“Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric,” ujar Agus.
Bukan Sekadar Ganti Nama
Bank Jakarta saat ini menempatkan kanal digital sebagai salah satu bagian penting dari pelayanan nasabah. Melalui situs barunya, masyarakat dapat mengakses informasi produk perbankan, layanan digital hingga jaringan kantor dan ATM. Bank juga telah memiliki ekosistem seperti JakOne Mobile, JakOne Abank, JakCard, serta Cash Management System untuk kebutuhan transaksi individu maupun bisnis.
Pembaruan tersebut menjadi kelanjutan dari rebranding Bank DKI menjadi Bank Jakarta yang dilakukan pada Juni 2025. Pemprov DKI ketika itu menegaskan perubahan identitas bukan sekadar penyegaran visual, tetapi bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempersiapkan pengembangan Bank Jakarta menuju level nasional dan internasional.
Agus menegaskan proses transformasi tidak berarti seluruh pekerjaan perusahaan telah selesai. “Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik,” tegasnya.
Menurutnya, status sebagai bank milik Pemprov DKI tidak boleh menjadi satu-satunya alasan masyarakat menggunakan layanan Bank Jakarta. Perusahaan harus mampu bersaing melalui kualitas produk, teknologi, pelayanan, dan pengalaman nasabah.
“Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun,” katanya.
Persija Jadi Pintu Masuk ke Ekosistem Masyarakat
Transformasi digital tersebut berjalan beriringan dengan perluasan kemitraan bersama Persija Jakarta. Bank Jakarta dan Persija telah menjalin kerja sama sejak musim 2025/2026, termasuk melalui dukungan sistem pembayaran di Persija Store dan platform Persija Access.
Pada musim 2026/2027, kolaborasi diperluas dari sekadar sponsorship menuju pemanfaatan ekosistem kedua pihak, termasuk pengembangan program yang dapat menyentuh langsung komunitas suporter.
“Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta,” ujar Agus.

“Kerja sama ini bukan sekadar sponsorship dan bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani,” jelasnya.
“From sponsorship to partnership, from visibility to experience,” tegas Agus.
Kolaborasi dengan komunitas Persija sebelumnya juga telah dimanfaatkan untuk edukasi keuangan, pembukaan rekening, hingga aktivasi JakOne Mobile. Dengan basis pendukung Persija yang besar, kerja sama tersebut memberikan ruang bagi Bank Jakarta untuk memperluas interaksi dengan masyarakat di luar kanal perbankan konvensional.
Transformasi Bank Jakarta Bertemu Era Baru Persija
Musim baru turut menjadi babak baru bagi Persija yang kini berada di bawah arahan Shin Tae-yong. Agus melihat filosofi permainan yang ingin dibangun pelatih asal Korea Selatan itu memiliki kesamaan dengan budaya organisasi yang sedang dikembangkan Bank Jakarta.
“Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin Tae-yong, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim,” ungkapnya.
“New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta,” tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peluncuran kolaborasi tersebut juga menyampaikan optimisme terhadap musim baru Persija. Ia berharap klub ibu kota mampu mempersembahkan prestasi menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027.
“Mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas, Bank Jakarta juga,” kata Agus.
Ia juga memasang harapan tinggi kepada Macan Kemayoran. “Ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija, tetapi saya yakin seluruh Jakmania punya target yang sama. Persija mesti juara,” tegas Agus.
“Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, itu akan menjadi hadiah yang sempurna untuk Jakarta,” pungkasnya.
Dengan wajah digital baru dan perluasan kemitraan dengan Persija, pekerjaan Bank Jakarta selanjutnya adalah membuktikan transformasi tersebut pada pengalaman nyata nasabah. Perubahan domain menjadi bankjakarta.co.id akan bernilai lebih besar apabila diikuti layanan yang semakin cepat, mudah, aman, serta mampu menghubungkan berbagai kebutuhan keuangan masyarakat Jakarta.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar