Periskop.id - Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan kenaikan harga jajaran iPhone 17 dalam waktu dekat setelah mempertahankan banderol ponsel tersebut selama hampir satu tahun. Rumor terbaru menyebut perubahan harga dapat terjadi paling cepat Senin (10/8), tetapi hingga Minggu (9/8) belum ada konfirmasi resmi dari Apple mengenai waktu maupun besar kenaikannya.

Informasi tersebut pertama kali menguat setelah pembocor teknologi asal China, Fixed Focus Digital, menyebut adanya rumor kenaikan harga iPhone 17 pada 10 Agustus. Sumber yang sama juga mengklaim produksi generasi tersebut dapat dipangkas sekitar 15–30%, meski angka ini belum dikonfirmasi Apple maupun didukung pengumuman resmi perusahaan.

Karena itu, informasi mengenai kenaikan harga masih perlu diperlakukan sebagai rumor. 9to5Mac juga menilai perubahan harga di tengah siklus produk akan menjadi langkah yang tidak biasa bagi Apple, meskipun bukan hal yang mustahil mengingat tekanan biaya komponen yang sedang dihadapi industri elektronik.

Harga iPhone 17 Masih Dibanderol Mulai US$799

Berdasarkan laman resmi Apple yang dipantau hingga saat ini, harga iPhone 17 di Amerika Serikat masih dimulai dari US$799 untuk kapasitas 256 GB, sedangkan varian 512 GB dibanderol mulai US$999. Harga tersebut belum berubah dibandingkan ketika perangkat diperkenalkan pada September 2025.

Sementara iPhone 17 Pro masih dipasarkan mulai US$1.099 dan iPhone 17 Pro Max mulai US$1.199. Apple memang sudah menaikkan harga sejumlah perangkat lain pada Juni 2026, tetapi saat itu memilih mempertahankan harga lini iPhone.

Strategi mempertahankan harga tersebut dinilai ikut menjaga momentum penjualan. Reuters melaporkan pengiriman iPhone tumbuh sekitar 3% pada kuartal April-Juni 2026, sementara pangsa pasar Apple meningkat hingga mendekati seperlima pasar smartphone global menurut estimasi Counterpoint.

 

iPhone 17
Ilustrasi - iPhone 17 Pro Max. ANTARA/Pamela Sakina

 

 

Krisis Memori Mulai Tekan Harga Produk Apple

Potensi kenaikan harga tidak muncul tanpa konteks. Industri teknologi sedang menghadapi kenaikan biaya DRAM dan NAND akibat tingginya permintaan chip memori untuk pembangunan pusat data AI. Tekanan tersebut sebelumnya mendorong Apple menaikkan harga MacBook, iPad, HomePod, dan Apple TV.

MacBook Air 512 GB, misalnya, naik dari US$1.099 menjadi US$1.299. iPad Air 128 GB juga berubah dari US$599 menjadi US$749. Pada saat yang sama, Apple masih mampu menahan harga iPhone meskipun produsen smartphone lain mulai meneruskan kenaikan biaya komponen kepada konsumen.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya mengakui perusahaan masih menghitung dampak kenaikan biaya tersebut terhadap harga produk. “Kami masih mengurus hal itu,” kata Cook ketika ditanya The Wall Street Journal mengenai perangkat mana yang akan mengalami kenaikan harga dan kapan perubahan tersebut diterapkan.

iPhone 18 Bisa Lebih Mahal

Tekanan harga diperkirakan semakin terasa ketika Apple menyiapkan generasi iPhone berikutnya. The Wall Street Journal memperkirakan biaya komponen iPhone 18 Pro dapat meningkat sekitar 25% dibandingkan iPhone 17 Pro, terutama akibat mahalnya DRAM dan penyimpanan NAND.

Berdasarkan perhitungan TechInsights yang dikutip media tersebut, biaya DRAM 12 GB pada iPhone 18 Pro diperkirakan mencapai sekitar US$145, dibandingkan US$39 pada iPhone 17 Pro. Biaya penyimpanan 256 GB juga diproyeksikan meningkat dari US$13 menjadi sekitar US$51.

Kondisi itu memunculkan perkiraan iPhone 18 Pro bisa dibanderol mulai US$1.299, naik US$200 dari harga awal iPhone 17 Pro. Biaya tambahan dari peningkatan komponen lain bahkan dapat mendorong harga lebih tinggi, tetapi angka final baru akan diketahui ketika Apple mengumumkan perangkat tersebut.

Apple juga dilaporkan menghadapi keterbatasan pasokan memori untuk perangkat generasi berikutnya. Persoalan tersebut berpotensi mendorong perusahaan mengatur ulang produksi model lama untuk mengalokasikan komponen ke produk baru, meski klaim pemangkasan produksi iPhone 17 sebesar 15–30% sejauh ini belum dikonfirmasi.

Kenaikan Harga Belum Tentu Langsung Berlaku Global

Jika Apple benar menaikkan harga iPhone 17 di Amerika Serikat, dampaknya terhadap pasar lain belum tentu terjadi pada waktu dan besaran yang sama. Harga di setiap negara juga dipengaruhi pajak, nilai tukar, biaya distribusi, dan kebijakan harga regional.

Di Indonesia, Apple tidak mengoperasikan Apple Store ritel fisik secara langsung sehingga penyesuaian harga juga akan bergantung pada kebijakan distributor dan peritel resmi. Pengalaman sebelumnya menunjukkan perubahan kurs maupun harga global tidak selalu langsung diteruskan ke harga perangkat Apple di pasar domestik.

Untuk saat ini, indikator paling jelas adalah harga resmi Apple di Amerika Serikat yang masih tercatat US$799 untuk iPhone 17 dan US$1.099 untuk iPhone 17 Pro. Artinya, kabar kenaikan pada 10 Agustus belum menjadi kebijakan resmi hingga Apple benar-benar mengubah harga atau mengeluarkan pengumuman.

Jika rumor tersebut terealisasi, kenaikan harga iPhone 17 dapat menjadi langkah awal Apple menyesuaikan seluruh lini ponselnya dengan era biaya memori yang lebih mahal, sekaligus mempersempit kesenjangan harga dengan iPhone generasi berikutnya.