Pemerintah Siapkan Rekening Gratis, Anggaran Rp3,8 Triliun
Pemerintah menyiapkan rekening bank gratis untuk warga usia 17 tahun ke atas yang belum punya rekening, dengan anggaran ditaksir Rp3,8 triliun untuk sekitar 76 juta rekening.

Periskop.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyiapkan program pembukaan rekening bank gratis untuk warga usia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening. Program ini digagas untuk memperluas akses keuangan formal sekaligus mendorong inklusi perbankan di kalangan masyarakat yang belum tersentuh layanan bank.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah telah merampungkan rekonsiliasi data untuk mengetahui jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening. Dari hasil rekonsiliasi itu, kebutuhan anggaran program ditaksir mencapai Rp3,8 triliun.
"Ini kami mau melihat dengan Menteri Keuangan program lanjutan seperti apa," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Kamis (24/9).
Pemerintah memakai asumsi insentif Rp50.000 untuk setiap rekening baru yang dibuka. Dengan anggaran tersebut, sasaran program diperkirakan menjangkau sekitar 76 juta rekening.
Pembahasan bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara turut mencakup mekanisme pembukaan rekening. Selain itu, dibahas juga program lanjutan agar rekening yang sudah dibuka tetap aktif digunakan.
Pemerintah berupaya mencegah rekening baru itu berakhir menjadi rekening dormant alias tidak aktif. Kekhawatiran ini muncul lantaran rekening yang dibuka tanpa tindak lanjut program berisiko cuma jadi angka statistik tanpa manfaat nyata.
Langkah antisipasi ini dinilai penting karena sebagian masyarakat berusia 17 tahun atau yang belum menikah belum tercakup dalam program bantuan sosial. Kelompok ini rentan tidak memanfaatkan rekening secara rutin kalau tidak ada program pendorong.
Karena itu, pemerintah masih mengkaji bentuk program yang bisa mendorong kelompok tersebut menggunakan rekening secara aktif. Kajian ini jadi bagian dari pembahasan lanjutan antara Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu.
Program ini disebut punya tujuan yang lebih luas dari sekadar menambah jumlah rekening perbankan. Airlangga menyebut, sasaran utamanya adalah memperluas inklusi keuangan dan membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Rekening yang aktif nantinya bisa jadi sarana bagi masyarakat untuk bertransaksi. Akses ini juga membuka peluang masyarakat memanfaatkan layanan keuangan lain di luar sekadar menyimpan dana.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), dan Rekening Dormant dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.