banner-sheroes-yoga
Peristiwa

BPBD Laporkan Empat Warga Terluka Akibat Banjir Bandang Solok

Banjir bandang menerjang Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, melukai empat warga dan memaksa puluhan orang mengungsi.

banjir susulan
Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra saat meninjau lokasi banjir bandang yang kembali terjadi di sejumlah daerah Kabupaten Solok, Sumbar akibat curah hujan tinggi. dok.Diskominfo Solok.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang yang menerjang Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat. Bencana tersebut terjadi pada Senin (21/9) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul menyebutkan tiga korban luka menjalani perawatan di RSUD Arosuka. Satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," kata Khairul dalam keterangan tertulis di Solok, Selasa.

Selain korban luka, sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat terjangan air. Khairul menerangkan para pengungsi sudah ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah untuk penanganan warga terdampak bencana.

Dampak banjir bandang tidak berhenti di korban jiwa. BPBD mencatat 11 kantor pemerintah ikut terendam, sementara 21 mobil dan tujuh sepeda motor rusak akibat bencana tersebut.

Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang menjadi salah satu titik yang paling parah terdampak. Wilayah lain yang terkena imbas banjir bandang meliputi Jorong Kayu Aro di Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama sejumlah unsur terkait masih melakukan penyisiran di beberapa lokasi terdampak hingga Selasa. Petugas juga mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan sekaligus mendata dampak bencana secara menyeluruh.

"Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah," ujar Khairul.

Khairul menjelaskan banjir bandang dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9). Curah hujan tinggi tersebut membuat debit air meningkat drastis hingga akhirnya memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.

Hingga Selasa pagi, petugas gabungan masih menjalankan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan terhadap warga maupun fasilitas yang terdampak. Proses ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan korban tertangani.

BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas yang masih bersiaga di lapangan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir bandang, dan solok dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.