MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih USD275 Juta di Semester I-2026
MedcoEnergi (MEDC) catat laba bersih USD275 juta pada semester I-2026, didorong kenaikan produksi migas dan kontribusi Amman Mineral usai smelter beroperasi penuh.

Periskop.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar USD275 juta pada semester I-2026. Capaian ini tertuang dalam laporan keuangan perseroan yang telah diaudit untuk periode berjalan.
Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyampaikan hasil semester pertama tahun ini mencerminkan keandalan perseroan dalam eksekusi proyek sekaligus manajemen operasi produksi.
"Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan," ujar Ronald dalam keterangan resmi terkait laporan kinerja semester I-2026.
Selain laba bersih, perseroan membukukan pendapatan sebesar USD1,41 miliar, EBITDA USD805 juta, dan laba kotor USD588 juta sepanjang periode tersebut.
Biaya kas produksi migas tercatat USD8,4 per barel setara minyak, masih di bawah panduan yang ditetapkan tahun ini.
Kenaikan laba bersih dibandingkan periode sama tahun lalu didorong oleh peningkatan produksi minyak dan gas, membaiknya harga minyak dunia, serta kontribusi Amman Mineral setelah smelter beroperasi secara penuh.
Dari sisi neraca, utang konsolidasi perseroan pada akhir Juni tercatat USD4,12 miliar dengan kas dan setara kas sebesar USD1,4 miliar. Rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group berada di level 1,4x, lebih rendah dari panduan 2,5x pada harga mid-cycle USD65 per barel.
Peringkat kredit idAA- dari Pefindo tetap dipertahankan, begitu juga peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's.
Produksi migas perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai panduan 2026. Gas menyumbang sekitar 72% dari total produksi tersebut.
Capaian produksi ini ditopang kinerja sejumlah blok migas, mulai dari tambahan hak partisipasi di Blok Corridor, kinerja Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan Bualuang di Thailand, rampungnya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, hingga kontribusi produksi penuh proyek Senoro Fase 2A.
Pada semester ini, MedcoEnergi juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia. Perseroan ditunjuk sebagai operator di Blok Cendramas, yang menandai operasi produksi pertamanya di Malaysia.
Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh, lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja ini ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam, ekspansi Energi Listrik Batam, dan operasi PLTS Bali Timur.
Energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik perseroan, sejalan dengan strategi transisi energi yang dijalankan MedcoEnergi.
Investasi perseroan di sektor pertambangan tembaga dan emas melalui PT Amman Mineral Internasional turut memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.
MedcoEnergi mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi migas 165-170 mboepd dan penjualan ketenagalistrikan 4.550 GWh, serta menjaga biaya kas produksi migas di bawah USD10 per barel setara minyak. Perseroan juga menaikkan panduan belanja modal 2026 menjadi USD450 juta hingga USD475 juta untuk segmen migas, serta hingga USD50 juta untuk segmen ketenagalistrikan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Kinerja Keuangan, dan laba bersih dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.