Periskop.id - Sejarah militer Indonesia mencatat nama Tim Mawar sebagai sebuah unit kecil yang dibentuk oleh kesatuan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Grup IV TNI Angkatan Darat pada tahun 1998. Unit ini dibentuk di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang pada saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus dan kini telah resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Keberadaan tim ini menjadi sorotan luas karena keterlibatannya dalam operasi penculikan para aktivis politik pro demokrasi menjelang berakhirnya era Orde Baru.
Berdasarkan publikasi ilmiah berjudul Oligarchic populism: Prabowo Subianto's Challenge to Indonesian Democracy, unit ini teridentifikasi menjadi dalang di balik penghilangan paksa dua puluh tiga aktivis anti pemerintah. Dari jumlah tersebut, sepuluh orang berhasil kembali namun tiga belas aktivis lainnya hingga detik ini masih dinyatakan hilang dan diduga telah meninggal dunia.
Pada tahun 1999, Pengadilan Militer sempat mengadili dan menjatuhkan hukuman kepada sebelas perwira serta prajurit Kopassus atas kasus tersebut. Walaupun telah melalui proses hukum militer, karier para anggotanya terbukti tidak mengalami hambatan yang berarti di kemudian hari.
Memasuki masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menurut berbagai sumber, sejumlah mantan anggota tim tersebut kini muncul ke permukaan dengan menduduki berbagai jabatan strategis serta mendapatkan pangkat kehormatan.
Djaka Budi Utama
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Djaka Budi Utama yang pernah dijatuhi vonis penjara satu tahun empat bulan oleh Pengadilan Militer II pada tahun 1999. Meski dinyatakan bersalah, ia tidak dipecat dari dinas militer sehingga mampu melanjutkan kariernya hingga mencapai pangkat perwira tinggi bintang tiga.
Djaka baru saja memutuskan pensiun dini setelah mendapatkan amanah besar sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai di Kementerian Keuangan.
Nugroho Sulistyo Budi
Nama lainnya adalah Nugroho Sulistyo Budi yang secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Rabu, 19 Februari 2025.
Nugroho menggantikan posisi Letjen TNI Purnawirawan Hinsa Siburian setelah menempuh perjalanan karier yang panjang mulai dari unit Kopassus hingga penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN).
Yulius Selvanus
Selain itu, eks anggota unit ini juga merambah ke ranah eksekutif daerah dan badan kementerian.
Yulius Selvanus yang sebelumnya pernah ditunjuk sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan kini telah resmi dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Utara pada 20 Februari 2025.
Kemenangannya dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 menandai kuatnya pengaruh figur mantan militer di kancah politik lokal.
Dadang Hendrayudha
Sementara itu, Dadang Hendrayudha yang dahulu merupakan Kapten Infanteri di unit tersebut kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelumnya, Dadang juga tercatat pernah menduduki posisi Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan serta Kepala Biro Umum Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Untung Budiharto
Lini korporasi milik negara atau BUMN pun tidak luput dari pengisian jabatan oleh tokoh dari lingkaran ini.
Untung Budiharto yang pada periode 1997 hingga 1998 juga terdaftar sebagai salah satu dari sebelas anggota tim tersebut baru saja diangkat sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk atau Antam melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Senin, 15 Desember 2025.
Sebelum memimpin perusahaan tambang emas tersebut, Untung juga sudah lebih dulu dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sejak Juni 2025.
Tinggalkan Komentar
Komentar