Periskop.id - Gerakan Rakyat merupakan organisasi politik yang lahir dari dinamika pasca Pemilihan Presiden 2024 dan secara resmi bertransformasi menjadi partai politik pada awal 2026.
Organisasi ini awalnya dideklarasikan sebagai organisasi kemasyarakatan pada Kamis, 27 Februari 2025, di Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Pembentukan Gerakan Rakyat menjadi kelanjutan dari aktivitas para relawan pendukung Anies Baswedan yang sebelumnya terlibat aktif dalam kontestasi Pilpres 2024.
Kelahiran Gerakan Rakyat dimaknai sebagai wadah silaturahmi dan konsolidasi antar kelompok masyarakat yang pernah bergerak sebagai relawan politik. Organisasi ini bertujuan mengorganisir energi relawan ke dalam struktur yang lebih terlembaga, dengan fokus menjaga kebersamaan serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
Sejak awal berdiri, Gerakan Rakyat diposisikan sebagai ruang kolektif yang mengedepankan pendidikan politik dan kegiatan sosial.
Meski dibentuk dan diketuai oleh Sahrin Hamid, yang dikenal sebagai juru bicara Anies Baswedan saat Pilpres 2024, peran Anies tetap sentral di dalam organisasi ini. Anies ditempatkan sebagai Tokoh Inspirasi atau Pembina, yang secara simbolik merepresentasikan arah nilai dan gagasan yang diusung Gerakan Rakyat.
Identitas visual organisasi ini ditandai dengan warna oranye atau jingga, yang dimaknai sebagai simbol harapan akan Indonesia yang terang, adil, dan makmur. Narasi “Indonesia Menyala” juga diposisikan sebagai respons simbolik terhadap isu sosial bertagar Indonesia Gelap yang sempat ramai diperbincangkan di ruang publik.
Kentongan bambu dipilih sebagai simbol dari organisasi ini. Kentongan, dimaknai oleh organsasi sebagai representasi kewaspadaan kolektif, kebersamaan, dan kesiapsiagaan rakyat dalam merespons berbagai peristiwa sosial dan kebangsaan.
Perubahan signifikan terjadi pada pleno Rapat Kerja Nasional I yang digelar pada 17 hingga 18 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Gerakan Rakyat memutuskan bertransformasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik.
Keputusan ini menandai masuknya Gerakan Rakyat secara formal ke dalam sistem kepartaian nasional dan membuka babak baru dalam perjalanan politik organisasi tersebut.
Struktur Organisasi
Dalam struktur kepengurusannya, Gerakan Rakyat menempatkan Anies Baswedan sebagai Tokoh Inspirasi atau Pembina. Jabatan Ketua Umum diemban oleh Sahrin Hamid, sementara posisi Wakil Ketua Umum dibagi ke dalam sejumlah bidang strategis yang sekaligus membawahi zona wilayah nasional.
Adapun, susunan kepengurusan Gerakan Rakyat yakni sebagai berikut:
| No | Jabatan | Nama |
|---|---|---|
| 1 | Tokoh Inspirasi (Pembina) | Anies Baswedan |
| 2 | Ketua Umum | Sahrin Hamid |
| 3 | Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Pembina Wilayah Zona Jawa | Iwan Roberto |
| 4 | Wakil Ketua Umum Bidang Humas, Media & Informasi Digital & Pembina Wilayah Zona Kalimantan & Luar Negeri | Tri Bagus S |
| 5 | Wakil Ketua Umum Bidang Sayap Organisasi & Hubungan Lembaga & Pembina Wilayah Zona Bali Nusra | Afifudin |
| 6 | Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum & Keamanan & Pembina Wilayah Zona Sulawesi | Yusuf Lakaseng |
| 7 | Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur dan Pembangunan & Pembina Wilayah Zona Sumatera | Winston Herlanjaya |
| 8 | Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi & Kesejahteraan Rakyat & Pembina Wilayah Zona Maluku Papua | Azwar Jaya |
| 9 | Sekretaris Jenderal | Muhammad Ridwan |
| 10 | Bendahara Umum | Prita Subono |
| 11 | Juru Bicara | Angga Putra Fidrian |
Profil Ketua Umum Sahrin Hamid
Sahrin Hamid dikenal luas publik sebagai salah satu juru bicara utama Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Dalam kontestasi tersebut, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar didukung oleh puluhan juru bicara. Namun, Sahrin termasuk figur yang memiliki kedekatan langsung dengan Anies dan kerap tampil menyampaikan sikap politik kepada media.
Pada Pilkada DKI Jakarta 2024, ketika Anies tidak lagi menggunakan banyak juru bicara, peran komunikasi politik tersebut kembali dipercayakan kepada Sahrin Hamid. Dukungan Anies terhadap pasangan Pramono Anung dan Rano Karno kerap disampaikan melalui pernyataan Sahrin kepada publik.
Di luar perannya sebagai juru bicara, Sahrin Hamid juga dipercaya menduduki jabatan Komisaris PT Jakarta Propertindo atau Jakpro. Penunjukan tersebut diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin, 4 Agustus 2025.
Dalam perjalanan politiknya, Sahrin Hamid merupakan mantan kader Partai Amanat Nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Barisan Muda PAN pada periode 2003 hingga 2006, Ketua DPW PAN Maluku Utara 2010 hingga 2015, serta Ketua DPP PAN pada periode yang sama. Pada 2004 hingga 2009, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat I.
Selain itu, Sahrin juga pernah menjabat sebagai staf khusus Gubernur Maluku Utara pada 2018.
Visi, Program, dan Nilai
Berdasarkan keterangan yang tercantum di laman resminya, Gerakan Rakyat dibentuk sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada penguatan interaksi sosial serta pemeliharaan hubungan antarkelompok di dalam masyarakat.
Gerakan Rakyat menyatakan bahwa peningkatan kesadaran politik masyarakat dan kualitas partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Dalam konteks tersebut, pembangunan kesadaran politik ditempatkan sebagai bagian dari agenda organisasi.
Sejumlah program dirancang untuk mendukung agenda tersebut, salah satunya pendirian Sekolah Politik Kerakyatan (Spartan). Program ini dikonsepkan sebagai sarana pendidikan politik yang ditujukan bagi masyarakat umum, tanpa pembatasan keanggotaan dalam struktur organisasi.
Dalam praktik komunikasi publiknya, Gerakan Rakyat menggunakan jargon “Gotong Royong Untuk Indonesia” dan “Indonesia Menyala” sebagai identitas gerakan. Jargon ini digunakan untuk merepresentasikan nilai kebersamaan serta pandangan organisasi mengenai arah sosial dan politik Indonesia.
Dalam menjalankan aktivitas organisasi, partai politik ini merujuk pada sejumlah nilai yang dijadikan sebagai pedoman internal. Nilai keadilan disebut sebagai salah satu prinsip yang menekankan pentingnya upaya mendorong keadilan sosial dan hukum bagi masyarakat secara luas, tanpa pembedaan latar belakang.
Selain itu, nilai kebersamaan dipahami sebagai penekanan pada kerja kolektif dan partisipasi bersama dalam proses penyampaian aspirasi masyarakat.
Kemudian, nilai keberanian dimaknai sebagai sikap konsisten dalam menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan publik sesuai dengan kerangka nilai yang dianut organisasi.
Gerakan Rakyat juga menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai salah satu nilai yang diperhatikan dalam pelaksanaan aktivitasnya.
Agenda Perubahan yang Ditawarkan
Gerakan Rakyat memaparkan sejumlah agenda perubahan yang diklaim sebagai kerangka arah perjuangan organisasi. Agenda tersebut mencakup berbagai isu sosial, ekonomi, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan, yang dinyatakan sebagai respons terhadap persoalan struktural yang dihadapi masyarakat.
Dalam isu kedaulatan pangan, energi, dan air, organisasi ini menempatkan ketiganya sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Agenda berikutnya berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan ekonomi.
Di bidang lingkungan hidup, partai politik ini menekankan pentingnya keadilan ekologis dan pembangunan berkelanjutan. Organisasi ini menyatakan bahwa pembangunan perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta perlindungan terhadap masyarakat lokal.
Sementara itu, pada aspek pembangunan sumber daya manusia, Gerakan Rakyat menyoroti pentingnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Dalam konteks pembangunan wilayah, Gerakan Rakyat mengemukakan gagasan pembangunan kota dan desa yang terintegrasi.
Agenda lain yang disampaikan berkaitan dengan keluarga dan kesejahteraan sosial. Pada isu pertahanan nasional dan peran Indonesia di tingkat global, Gerakan Rakyat menyoroti pentingnya kedaulatan dan keamanan nasional.
Adapun dalam ranah demokrasi, hukum, dan tata kelola pemerintahan, Gerakan Rakyat menempatkan demokrasi yang substansial, penegakan hukum, dan pemerintahan yang bersih sebagai agenda utama.
Tinggalkan Komentar
Komentar