periskop.id - Saham PT Superbank Tbk akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu 17 Desember 2025 dengan kode SUPA. Perseroan menjadi perusahaan tercatat ke-26 di Bursa pada 2025.
Sebelumnya, perseroan telah menyelesaikan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 4.406.612.300 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Harga penawaran dipatok sebesar Rp635 per lembar. Sehingga perseroan mengantongi sekitar Rp2,8 triliun dari IPO.
IPO Superbank menjadi perhatian investor. Tercermin dari adanya kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 318,69 kali, dengan jumlah permintaan investor yang mencapai lebih dari 1 juta order. Capaian ini sekaligus mengukuhkan SUPA sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital di Indonesia, serta mempertegas kuatnya kepercayaan investor terhadap arah transformasi digital industri keuangan nasional.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai tingginya permintaan pada IPO Superbank sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.
“IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali dan permintaan investor lebih dari 1 juta order. Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank. Respons seperti ini menandakan bahwa appetite investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat,” ujar Bernadus dalam keterangan resmi, ditulis Rabu (17/12)
Melansir pospektus perseroan dalam laman e-IPO, perseroan berencana mengalokasikan sekitar 70% dana hasil IPO untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit.
Sisanya sekitar 30% akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan. Termasuk namun tidak terbatas pengembangan produk, pada pengembangan teknologi informasi, dan atau hal-hal lain yang dapat mendukung pertumbuhan usaha perseroan.
Setelah IPO, dan setelah perseroan membukukan saldo laba positif, manajemen perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang saham perseroan sebanyak-banyaknya sebesar 85% dari laba bersih tahun berjalan.
Tinggalkan Komentar
Komentar