periskop.id - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung lebih singkat pada pekan ini. Aktivitas pasar modal hanya dibuka selama tiga hari, seiring adanya libur panjang atau long weekend dalam rangka peringatan Hari Raya Natal.
Berdasarkan kalender resmi BEI, perdagangan saham akan diliburkan mulai Kamis 24 Desember 2025 hingga Jumat 26 Desember sehingga investor hanya memiliki waktu terbatas untuk melakukan transaksi jual beli saham. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar dituntut untuk lebih cermat dan terukur dalam mengambil keputusan investasi.
Dengan waktu perdagangan yang terpangkas, volatilitas berpotensi meningkat, sementara peluang transaksi menjadi lebih selektif. Investor dan trader pun disarankan untuk fokus pada sentimen utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun saham-saham individual.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menilai terdapat sejumlah sentimen kunci yang patut dicermati selama pekan pendek ini. Salah satu perhatian utama datang dari dinamika hubungan kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menurut David, perjanjian kerja atau framework yang sempat disepakati pada Juli lalu kini berada dalam posisi rawan batal, lantaran Indonesia dinilai mundur dari komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
"Isu ini berpotensi menekan sentimen pasar dan memicu sikap wait and see di kalangan investor, khususnya investor asing," ucapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Senin (22/12).
Dalam situasi perdagangan yang relatif singkat, David juga membagikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai layak dicermati selama tiga hari bursa. Saham pertama adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
Ia merekomendasikan strategi buy on pullback dengan kisaran harga masuk di level 1.500 hingga 1.550 dan target harga 1.700 atau potensi kenaikan sekitar 13,33%. Sementara itu, batas stop loss disarankan di level 1.440 dengan rasio risiko dan imbal hasil 1:3,3.
ARCI dinilai menarik karena didukung oleh kenaikan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Dari sisi teknikal, pergerakan saham ARCI dalam jangka pendek masih bertahan di atas MA5, dengan price action yang menunjukkan indikasi konsolidasi bervolume rendah, sehingga membuka peluang penguatan lanjutan.
Kemudian saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). David menyarankan buy di level 1.180 dengan target harga 1.280 atau potensi kenaikan sekitar 8,47%. Stop loss ditempatkan di level 1.130 dengan rasio risiko dan imbal hasil 1:2. ASSA dinilai menarik karena dalam jangka pendek masih bergerak dalam tren naik dan sempat mengalami rejection dari MA20 pada perdagangan Jumat pekan lalu, yang mengindikasikan potensi lanjutan tren positif.
Saham ketiga yang patut diperhatikan adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Untuk saham ini, David merekomendasikan strategi buy on breakout dengan entry di level 2.800 dan target harga 3.000 atau potensi kenaikan sekitar 7,14%. Adapun stop loss disarankan di level 2.700 dengan rasio risiko dan imbal hasil 1:2.
UNVR dinilai memiliki peluang menguat setelah pergerakannya menolak turun di bawah MA20 dan price action menunjukkan sinyal potensi breakout dalam waktu dekat. Dengan waktu perdagangan yang terbatas akibat libur panjang, investor diimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi perdagangan dan manajemen risiko.
"Pemilihan saham yang tepat, pemahaman sentimen global dan domestik, serta pengelolaan posisi yang cermat menjadi kunci agar peluang cuan tetap dapat dimaksimalkan di tengah pekan perdagangan yang singkat," tutur David.
Tinggalkan Komentar
Komentar