periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan hari ini Senin 12 Januari 2026 setelah mencatat penguatan tipis pada penutupan akhir pekan lalu. Pada Jumat 9 Januari IHSG ditutup naik 11,28 poin atau 0,13% ke level 8.936,75.

"IHSG mulai punya resistance sejak sentuh level 9.000," ulas Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto dalam risetnya, Senin (12/1).

Selain itu ia menilai pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknikal dan sektoral. Pertama, IHSG tercatat membentuk area resistance kuat di level 8.970 yang terbentuk dari pola tiga candlestick terakhir, menyusul kegagalan indeks bertahan di atas level psikologis 9.000. Kondisi ini mengindikasikan pasar mulai memasuki fase jenuh beli.

Kedua, terdapat potensi terjadinya koreksi sehat dalam jangka pendek. Meski demikian, koreksi tersebut dinilai tidak serta-merta mengubah tren utama menjadi bearish.

Tekanan diperkirakan berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya emiten konglomerasi milik Prajogo Pangestu serta saham-saham big caps perbankan yang berpeluang menahan laju penguatan indeks.

Kemudian, ketiga di tengah potensi tekanan tersebut, peluang masih terbuka pada saham-saham sektor tambang dan energi yang dinilai relatif lebih atraktif dan dapat menjadi pilihan investor pada awal pekan ini.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, William memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan konsolidasi dalam rentang 8.900 hingga 9.000 pada perdagangan hari ini.

Berikut beberapa saham jagoan WH Project untuk perdagangan hari ini Senin,12 Januari 2026 :

  • HRUM, buy, estimasi target 1200-1300
  • NICL, buy, estimasi target 2000
  • ESSA, buy, estimasi target 640-680
  • SMGR, buy, estimasi target 2740-2800

 

 

Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan jual beli saham sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala risiko dan konsekuensi yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.