periskop.id - PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) melaporkan penempatan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp157,87 miliar ke rekening giro PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dana tersebut merupakan bagian dari hasil IPO perseroan yang belum terserap hingga akhir tahun 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp226,75 miliar untuk kebutuhan modal kerja. Nilai realisasi ini lebih rendah dibandingkan dengan rencana awal penggunaan dana IPO yang ditetapkan sebesar Rp384,62 miliar.
"Selisih dana yang belum digunakan tersebut kemudian ditempatkan pada rekening giro BCA dengan jangka waktu penyimpanan tanpa batas. Sisa dana hasil penawaran umum tercatat sebesar Rp157.868.372.500,69,” ujar Direktur PT Terang Dunia Internusa Andrew Mulyadi dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (13/1).
Sebagai informasi, UNTD menghimpun dana Rp400 miliar dari IPO. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp15.379.429.792, perseroan memperoleh dana bersih IPO senilai Rp384,62 miliar.
Adapun, pergerakan saham UNTD pada perdagangan hari ini, Selasa 13 Januari 2026 menunjukkan penguatan. Mengacu pada data BEI saham UNTD naik 1,03% ke level Rp98 dari posisi sebelumnya Rp97. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai sekitar Rp653 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 3,86 juta saham.
Dengan demikian, saat ini UNTD masih tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia. Perseroan beroperasi di sektor barang konsumen non-primer, dengan fokus utama pada industri sepeda serta sepeda motor roda dua dan tiga.
Tinggalkan Komentar
Komentar