periskop.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencapaian bersejarah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level psikologis 9.000, sebuah rekor baru yang mencerminkan solidnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional pada tahun ini.
“Penguatan IHSG tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi,” tulis Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/1).
Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks acuan saham tanah air tersebut parkir di posisi 9.032,58. Angka ini mencatatkan penguatan sebesar 0,94 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) terbaru. Momentum ini dinilai sebagai sinyal optimisme pasar yang sangat kuat untuk mengarungi tahun 2026.
Kautsar menilai dukungan kebijakan pemerintah sukses membangun sentimen positif yang berkelanjutan. Hal ini membuat pelaku pasar, baik domestik maupun asing, semakin nyaman menanamkan modalnya di bursa saham Indonesia.
Kekuatan fondasi ekosistem pasar modal ini juga didorong oleh sinergi yang erat antar-lembaga. BEI terus memperkuat kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni KPEI dan KSEI.
Tren positif ini sejatinya merupakan kelanjutan dari performa impresif sepanjang tahun 2025. Pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rapor hijau yang signifikan dari sisi partisipasi investor maupun emiten.
Data BEI mencatat jumlah investor saham melonjak tajam hingga menyentuh angka 20,3 juta Single Investor Identification (SID). Angka ini menunjukkan inklusi pasar modal yang semakin meluas di masyarakat.
Minat perusahaan untuk melantai di bursa juga terbilang tinggi. Sebanyak 26 emiten baru resmi menggelar Initial Public Offering (IPO) dengan total dana dihimpun mencapai Rp18,1 triliun, termasuk enam IPO kategori jumbo atau Lighthouse IPO.
Aktivitas perdagangan tahun lalu juga menunjukkan ketangguhan luar biasa. IHSG menutup tahun 2025 dengan penguatan 22,10 persen ke level 8.644,26, serta sempat membukukan rekor ATH sebanyak 24 kali dalam setahun.
“Deretan pencapaian tersebut menegaskan ketangguhan dan daya saing global pasar modal Indonesia, sekaligus memperkuat peran strategis BEI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambah Kautsar.
Menatap masa depan, BEI berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan ini. Fokus utama otoritas bursa adalah memperkuat infrastruktur pasar modal agar semakin efisien, transparan, dan terpercaya.
Selain infrastruktur, BEI bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus menggenjot literasi keuangan. Langkah ini bertujuan mewujudkan pertumbuhan pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Komentar