periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami dua kali trading halt. Berdasarkan data RTI, IHSG tercatat berada di level 8.232,20 pada perdagangan Kamis (29/1), meski masih melemah 88,35 poin atau 1,06%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemulihan ini tidak terlepas dari respons cepat pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meredam gejolak di pasar saham.

"Alhamdulillah, wa syukurillah. Faktor karena pemerintah merespons dan tadi dengan OJK sudah kita bahas mengenai mekanisme berikutnya," kata Airlangga kepada media, Jakarta, Kamis (29/1).

Salah satu langkah yang disiapkan adalah rencana penerbitan aturan mengenai batas minimal free float sebesar 15% oleh OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO). 

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut dinilai mampu memperbaiki tata kelola perusahaan tercatat sekaligus meningkatkan transparansi di pasar modal.

"Tahap ini cukup. Tapi dalam 15% juga harus transparan," tambahnya.

Airlangga pun menyampaikan optimismenya terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya. Ia berharap indeks dapat kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar. 

"Mudah-mudahan (rebound)," tuturnya.

Sebelumnya, IHSG sempat melemah tajam hingga perdagangan dihentikan sementara (trading halt) saat menyentuh level terendah 7.481,99. IHSG hari ini dibuka pada level 8.027,83 dadan bergerak di kisaran 7.481,99-8.296,94, sepanjang sesi.

Frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 4,93 juta kali. Volume perdagangan tercatat 99,11 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp68,18 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat Rp14.950,70 triliun.

Sebanyak 214 saham menguat, 521 saham melemah, dan 73 saham stagnan. Mayoritas indeks utama menguat. IDX30 naik 0,88%, LQ45 naik 0,06%, dan Sri Kehati naik 1,06%. Sementara JII dan ISSI masing-masing turun 2,55% dan 3,11%.