periskop.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menegaskan, langkah reformasi pasar modal Indonesia bukan agenda tersembunyi atau kepentingan institusi tertentu. Melainkan respons terhadap krisis kepercayaan yang tengah terjadi di pasar.

Menurutnya, tekanan yang muncul setelah laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti isu transparansi dan praktik perdagangan saham, menunjukkan bahwa pasar membutuhkan reformasi menyeluruh.

“Bukan soal satu atau dua saham, dan bukan juga sekadar urusan bursa atau indeks global. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan terhadap sistem pasar modal nasional dan kredibilitas,” ujar Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2).

Ia menegaskan, krisis kepercayaan ini justru menjadi momentum untuk melakukan reformasi total, yang dibingkai dalam konsep Total Capital Market Reform.

"Sebagai pelaku pasar, kami menyuarakan kebutuhan nyata pasar agar lebih dalam, lebih likuid, dan lebih kredibel. Reformasi ini menyasar seluruh ekosistem, dari regulator, pelaku pasar, hingga investor,” tambahnya.

Salah satu fokus utama reformasi, menurut Pandu, adalah peningkatan transparansi terutama keterbukaan ultimate beneficial ownership. Serta perbaikan kualitas dan keterpaduan data kepemilikan saham. Langkah ini diharapkan bisa memperjelas struktur kepemilikan dan memperkuat kepercayaan investor, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pelaku pasar.

Selain transparansi Pandu menekankan perlunya penguatan tata kelola dan enforcement, termasuk melalui demutualisasi bursa.

"Demutualisasi sebagai strategi untuk mengurangi benturan kepentingan sekaligus memperkuat institusi pasar modal," lanjutnya.

Reformasi juga mencakup pendalaman pasar secara terintegrasi, melalui sinergi lintas pemangku kepentingan, dari sisi permintaan (demand), penawaran (supply), hingga infrastruktur pasar.

"Langkah-langkah ini akan menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel, transparan, dan berdaya saing, sekaligus memulihkan kepercayaan investor domestik maupun internasional," pungkasnya.