periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu 4 Maret 2025 diperkirakan lajutkan pelemahan. IHSG pagi ini dibuka di xona merah dengan penurunan 1,38% ke level 7.830,347. Sebanyak 140 saham menguat, 391 saham terkoreksi, dan sisanya 142 saham stagnan.
Secara teknikal. IHSG breaklow dari level psikologis 8.000 dan dari MA200. Pembentukan histogram negatif oleh MACD dan pergerakan Stochastic RSI yang mengarah ke bawah di area pivot, mengindikasikan penurunan IHSG masih berpotensi berlanjut.
“Jika support IHSG di 7.860 tertembus, diperkirakan akan menguji support berikutnya di 7.700-7.800,” ulas tim riset Phintraco Sekuritas, Rabu (4/3).
Beberapa saham pilihan Phintraco Sekuritas yang menarik dicemari pada perdagangan hari ini, antara lain JPFA, ISAT, HUMI, SIDO dan TAPG.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7,939.77 atau turun 0,96% pada perdagangan Selasa (3/3). IHSG sempat rebound pada awal sesi, namun kemudian berbalik melemah menembus di bawah level 8.000. Kekhawatiran bahwa perang AS/Israel terhadap Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya, telah menjadi sentimen negatif yang mendorong pelemahan IHSG.
“Selain itu koreksi pada beberapa saham energi dan pertambangan juga menambah tekanan pada indeks,” tulis riset yang sama.
Kementerian ESDM menetapkan target produksi bijih nikel 2026 sebesar 209.08 juta ton, lebih rendah dibandingkan RKAB 2026 sebesar 260–270 juta ton.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan akan menghadapi dampak paling besar. Selat tersebut berfungsi sebagai jalur perdagangan minyak global, di mana sekitar 13 juta bpd melewati selat tersebut pada tahun 2025, atau mewakili sekitar 31% dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.
Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi dan berpengaruh terhadap kebijakan moneter bank sentral.
Tinggalkan Komentar
Komentar