banner-sheroes-yoga
Saham

BEI Catat Investor Syariah Capai 220 Ribu, Kuasai 56% Pasar Modal

Investor syariah Indonesia meningkat dari 85 ribu menjadi 220 ribu, dengan 672 saham syariah (70%) dan kapitalisasi pasar 56%, dorong peluncuran fitur IDX Mobile Syariah.

BEI Catat Investor Syariah Capai 220 Ribu, Kuasai 56% Pasar Modal
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dalam agenda Pengenalan IDX Mobile Syariah di Main Hall Gedung BEI,Jakarta Senin (9/3).Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Pasar modal syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), 672 dari 956 saham atau sekitar 70% kini tergolong saham syariah. Bahkan, dari sisi kapitalisasi pasar, saham syariah telah mendominasi sebesar 56%.

"Kalau kita melihat data 4-5 tahun terakhir, baik dari sisi jumlah saham yang masuk ke dalam kelompok saham syariah, saat ini terdapat 672 saham atau sekitar 70% dari 956 saham, itu masuk ke dalam kategori saham syariah. Dari sisi kapitalisasi pasar, 56% adalah kapitalisasi saham syariah," ucap Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dalam agenda Pengenalan IDX Mobile Syariah di Main Hall Gedung BEI, Jakarta Senin (9/3).

Selain itu, pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari jumlah saham, tetapi juga dari jumlah investor. Dalam kurun waktu 4–5 tahun terakhir, jumlah investor syariah melonjak dari sekitar 85 ribu menjadi hampir 220 ribu, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang sesuai prinsip syariah.

Perkembangan pasar modal syariah ini kata Jeffrey menunjukkan kematangan dan inklusivitas sektor keuangan syariah di Indonesia. Dengan demikian, sebagai bagian dari upaya BEI untuk meningkatkan literasi investasi syariah. BEI secara resmi melucurkan IDX Mobile Syariah.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat belajar mengenai saham syariah, melakukan simulasi transaksi, hingga memahami regulasi dan fatwa yang berlaku. Adapun, sejak diluncurkan pada Juli 2023, aplikasi ini telah digunakan oleh lebih dari 510 ribu masyarakat, sebagian besar merupakan calon investor baru yang belajar terlebih dahulu sebelum membuka rekening efek.

"Dengan adanya fitur ini, kami berharap proses belajar bagi calon investor syariah menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar modal syariah lebih cepat, sekaligus memperluas inklusivitas investasi bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas oleh keyakinan tertentu," sambungnya.

Menurut Jeffrey, kombinasi antara inovasi teknologi dan edukasi yang masif menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem pasar modal syariah. Dengan pendekatan ini, sektor ini tidak hanya berkembang dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas investor dan transaksinya.

"Semoga inovasi yang kami perkenalkan hari ini (IDX Mobile Syariah) menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pasar modal syariah Indonesia," tutup Jeffrey.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai pasar modal syariah, Investor, dan pasar modal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.