periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan tetap memenuhi kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3).
Hingga pukul 09.20 WIB, harga minyak jenis Brent crude oil tercatat sebesar US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$113,25 per barel.
Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menilai kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola pemerintah.
"Ya enggak apa-apa, kan enggak gede-gede amat," ucapnya kepada media, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3).
Meski demikian, ia mengungkapkan hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut di internal pemerintah mengenai detail pembayaran utang tersebut.
Purbaya juga belum membeberkan besaran kewajiban utang yang harus dibayarkan terkait proyek Kereta Cepat Whoosh.
"Nanti kita lihat ya gimananya. Tapi belum (belum ada pembahasan)," tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya memastikan dirinya siap ikut terbang ke China untuk membahas restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh, seiring intensifnya koordinasi pemerintah terkait kelanjutan penataan proyek tersebut.
Pada prinsipnya, Purbaya menegaskan kesiapannya untuk berangkat. Namun keputusan final menunggu kejelasan pihak yang akan ditemui dan skema pembahasan yang akan dibawa dalam negosiasi.
"Jadi, lah. Cuma kita belum (pastikan). Saya bilang begini, saya nggak tahu di Cina ketemu siapa. China Development apa NDRC-nya. Nanti kalau sudah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke Cina," kata Purbaya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/12).
Purbaya mengungkap hal itu setelah bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani, yang sebelumnya telah mengajaknya terlibat langsung dalam negosiasi tersebut. Pertemuan keduanya membahas berbagai isu strategis, termasuk proses restrukturisasi KCIC yang saat ini tengah dicarikan formulasi terbaik.
Tinggalkan Komentar
Komentar