banner-sheroes-yoga
Saham

IHSG Hari Ini 4 Mei 2026 Diproyeksi Uji 7.150, Level 7.000 Jadi Penentu Arah

IHSG berada di fase penentuan arah di level 7.000, di tengah sentimen global, data ekonomi, dan defisit APBN.

IHSG
Karyawan melintas di depan layar yang emnampilkan pergerakan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Periskop.id/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 4 Mei 2026 diperkirakan bergerak dalam fase penentuan arah, dengan level 7.000 menjadi kunci. Secara teknikal, jika IHSG mampu rebound di atas level 7.000, diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.020-7.150.

“Namun jika IHSG masih bergerak di bawah level 7.000, diperkirakan berpotensi uji level di 6.750-6.850,” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas, Senin (4/5).

IHSG Senin pagi, dibuka menguat 32,12 poin atau 0,46%  ke posisi 6.988,92. Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan hari ini, antara lain BUMI, AADI, MINA, LSIP, TINS dan PGAS.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan 2,03% atau 144,42 poin ke level 6.956,80 pada Kamis (30/4). Indeks tertekan ke zona merah karena aksi jual masif menjelang libur Hari Buruh.

Bersamaan dengan itu, Indeks utama di Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Jumat (1/5). Indeks S&P500 ditutup pada rekor tertinggi baru, didorong oleh kenaikan pada saham Apple serta koreksinya harga minyak mentah. 

Harga minyak mentah melemah setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian baru ke AS melalui Pakistan. Namun kemudian Presiden Trump menyatakan tidak puas dengan tawaran baru dari Iran tersebut. Presiden Trump menghadapi tenggat waktu 60 hari berdasarkan War Powers Resolution terkait aksi militer dalam perang Iran.

Pemerintahan Trump berpendapat bahwa gencatan senjata sejak 7 April 2026 telah mengakhiri permusuhan kedua belah pihak, sehingga Presiden Trump dapat menghindari permintaan persetujuan Kongres untuk perang tersebut.  

“Pada pekan ini investor global masih akan mencermati potensi putaran pembicaraan baru antara AS dan Iran,” tulis riset yang sama.

Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa ISM. Sedangkan dari domestik, akan dirilis sejumlah data ekonomi pada pekan ini, yaitu indeks manufacturing PMI, neraca perdagangan dan inflasi (4/5). Selain itu juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 (5/5) serta cadangan devisa, indeks harga properti dan penjualan mobil (8/5). 

Realisasi APBN 2026 hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit Rp240.1 triliun atau setara 0.93% dari PDB, melebar dari defisit 0.43% pada akhir Maret 2025. Defisit ini disebabkan oleh kenaikan belanja negara sebesar 31.4% menjadi Rp815 triliun dan pendapatan negara mencapai Rp574.9 triliun atau 18.2% dari target. Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pasar modal, dan Saham dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.