periskop.id - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memaparkan laju inflasi bulanan Indonesia pada periode April tetap terkendali pada level 0,13%. Sektor transportasi tercatat menjadi penyumbang paling dominan terhadap kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) kali ini.

"Pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,06%," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5).

Ia merinci kelompok transportasi menyumbang angka inflasi bulanan tertinggi mencapai 0,99% dengan andil sebesar 0,12%.

Lonjakan tarif angkutan udara memberikan andil 0,11% sekaligus menjadi pemicu utama kenaikan indeks kelompok transportasi ini.

Komoditas bensin turut mendongkrak laju inflasi pada sektor mobilitas dengan sumbangan andil sebesar 0,02%.

Komponen harga pokok lain seperti minyak goreng ikut memicu tren inflasi dengan besaran andil mencapai 0,05%.

BPS turut merekam sumbangan inflasi dari harga tomat sebesar 0,03%, serta komoditas beras dan nasi lauk masing-masing 0,02%.

Sebagian komoditas bahan pangan justru mencatatkan tren penurunan harga atau deflasi sepanjang bulan April.

Daging ayam ras menempati posisi penyumbang deflasi terdalam dengan andil 0,11%, disusul perhiasan emas sebesar 0,09%.

Harga komponen yang diatur pemerintah mencetak inflasi 0,69% akibat penyesuaian tarif udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin.

Komponen harga bergejolak menekan angka inflasi melalui deflasi sebesar 0,88% berkat turunnya harga ayam, cabai rawit, telur, dan cabai merah.

Kinerja inflasi tahunan terhitung sejak April tahun lalu bertengger stabil pada level 2,42%.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mendominasi dorongan inflasi tahunan sebesar 3,06% dengan sebaran andil 0,90%.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ikut menorehkan inflasi tahunan tinggi sebesar 11,43% dengan andil 0,77%.

Kenaikan tajam kelompok perawatan pribadi ini amat dipengaruhi oleh pergerakan harga jual logam mulia.

"Inflasi pada kelompok tersebut, teman-teman media, ini terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan," tutupnya.