periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 18 Mei 2026 diperkirakan melanjutkan koreksi.  Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan, proyeksi pelemahan IHSG hari ini seiring pelemahan rupiah. 

“Support IHSG di 6.500-6.600, dan resist IHSG di 6.780-6.850,” ulas Fanny dalam risetnya, Senin (18/5).

Beberapa saham pilihan BNI Sekuritas yang menarik diperhatikan pada perdagangan hari ini, antara lain, ENRG buy on weakness dengan area beli di 1580-1600, cutloss di bawah 1580. Target dekat di 1630-1650.

Kemudian, ADRO spec buy dengan area beli di 2470-2500, cutloss di bawah 2420. Target dekat di 2560-2630. AKRA spec buy dengan area beli di 1400-1440, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1475-1500.

WIFI buy on weakness dengan area beli di 2200-2250, cutloss di bawah 2180. Target dekat di 2.300-2.330. SMDR buy on weakness dengan area beli di 318-322, cutloss di bawah 316. Target dekat di 326-332. Serta ITMG spec buy dengan area beli di 23.750-23.950, cutloss di bawah 23.600. Target dekat di 24.100-24.250.     

Secara teknikal, Tim riset Phintraco Sekuritas menuturkan proyeksi serupa. Dalam riset terbarunya, IHSG disebut berpotensi menguji level 6500-6550 pada pekan ini.

“Diperkirakan jika IHSG breakdown level 6700, berpotensi menguji level 6.500-6.550 pada pekan ini,” tulis Riset Phintraco Sekuritas. Beberapa saham pilihan Phintraco Sekuritas yang menarik dicermati hari ini, antara lain CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA dan BULL.

Sebelumnya, IHSG minggu lalu ditutup turun 1.98%, disertai dengan net sell asing sekitar 1,35 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, AMMN, BBCA dan ANTM. 

Bersamaan dengan itu, Indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (15/5). Pelemahan indeks dipicu oleh profit taking pada saham-saham sektor teknologi serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS. 

“Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi berakhir tanpa adanya kesepakatan besar, sehingga membuat investor kecewa,” tulis Tim Riset Phintraco.

Yield US Treasury mengalami peningkatan, dengan tenor 30 tahun mencapai 5.1%, di tengah kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan suku bunga akibat kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak mentah menguat di atas 3% akibat belum tercapainya kesepakatan antara AS-Iran (15/5).

Konflik AS-Iran masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks di bursa global pada pekan ini, di tengah naik turunnya eskalasi antar kedua negara tersebut. Dari AS, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia serta FOMC minutes. Investor mencari indikasi arah suku bunga setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan. 

Dari Tiongkok, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi, seperti industrial production dan retail sales. Bank Sentral Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama 1 tahun dan 5 tahun masing-masing tetap di level 3% dan 3.5%.

Dari domestik, investor mencermati RDG Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4.75% (20/5). Selain itu akan dirilis pertumbuhan kredit (20/5), transaksi berjalan 1Q26 (22/5) dan M2 Money Supply (22/5). Sementara itu FTSE Russell menyatakan telah meninjau perkembangan di pasar modal Indonesia, namun masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, kenaikan free float dan penambahan saham baru (IPO) hingga review September 2026.