Periskop.id - Pelatih kepala baru timnas Indonesia John Herdman berharap, Rizky Ridho bisa segera ‘naik level’. Langkah berikutnya diperlukan bek tengah milik Persija Jakarta itu setelah menjalani sekitar lima musim bermain di kompetisi sepak bola teratas di tanah air.

"Kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil baik di liga tersebut (Super League), dan semoga dia bisa naik ke level berikutnya," kata Herdman di Jakarta Pusat, Selasa (13/1), setelah konferensi pers pertamanya.

Untuk diketahui, Ridho debut di Liga 1 Indonesia yang kini bernama Super League, pada Maret 2020 bersama Persebaya Surabaya ketika melawan Persipura Jayapura, saat usianya menginjak 18 tahun 3 bulan 21 hari.

Setelah debutnya itu, ia bermain reguler untuk Bajul Ijo. Kemudian Persija meminangnya pada musim 2023/2024. Secara total, Ridho sudah tampil 110 kali di Super League, dengan catatan enam gol dan dua assist.

Di timnas Indonesia, Ridho memiliki 47 penampilan dengan koleksi empat gol. Dari total penampilannya itu, 18 di antaranya adalah aksi-aksinya membela tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menjadi penampil terbanyak Garuda di babak kualifikasi tersebut, dengan hanya absen dua kali.

Dengan kualitas dan konsistensinya itu, Ridho dinilai banyak pihak layak ‘naik level’, dalam hal ini adalah abroad atau bermain di kompetisi liga luar negeri.

Fondasi Masa Depan
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Herdman mengatakan, penting bagi Indonesia untuk memiliki liga profesional, yang menurutnya adalah ‘fondasi masa depan’ untuk sepak bola di sebuah negara.

Penting juga bagi dirinya untuk dapat menonton langsung, guna memperhatikan pemain-pemain lokal yang nantinya dapat membela timnas Indonesia. Pemain-pemain muda di Indonesia juga akan ia perhatikan dengan serius, karena menurutnya merekalah "masa depan kita".

"Saya pikir kita harus mengakui pentingnya liga profesional di sini. Saya sempat menonton ‘El Clasico’ (Persib vs Persija) di televisi beberapa malam lalu, pertandingan yang sangat panas dan penuh gairah, seperti derbi pada umumnya," kata pelatih kelahiran Consett, Inggris tersebut.

Ia percaya komitmen terhadap liga domestik adalah fondasi masa depan timnas. “Dan penting bagi saya untuk menonton langsung. Karena jika pelatih tim nasional tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi pemain-pemain lokal," imbuhnya.  

"Penting bagi pemain-pemain muda, pemain muda di Borneo FC, dan pemain lain yang mendapatkan menit bermain, untuk tahu bahwa pelatih tim nasional memperhatikan mereka. Karena merekalah masa depan kita," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Sepak Bola Nasional Mohamad Kusnaeni menyebut, John Herdman memiliki semua kriteria yang dicari untuk menjadi pelatih timnas Indonesia. Herdman diresmikan menjadi pelatih tim Garuda pada Sabtu 3 Januari. Ia kemudian melakukan jumpa pers pertamanya pada Selasa (13/1), tiga hari setelah kedatangannya di Indonesia.

"Pemilihan Herdman adalah keputusan yang tepat. Untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 kita memang butuh lebih dari sekadar pelatih timnas," kata pria yang akrab disapa Bung Kus itu, seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu.

Piala Dunia
Pendapat Bung Kus didasarkan pada fakta, Herdman pernah meloloskan suatu negara ke Piala Dunia. Kanada, yang ia latih selama lima tahun, ia bawa ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Di edisi itu, Kanada akhirnya kembali ke panggung tertinggi setelah 36 tahun absen.

Tak hanya dari sektor putra, Herdman juga turut membawa dua tim putri Selandia Baru ke Piala Dunia Wanita 2007 di China dan 2011 di Jerman.

Masih di sektor putri, pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu juga menjadi pelatih tim putri Kanada saat menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015. Kala itu, Kanada di bawah kendalinya menembus babak perempat final, sebelum kemudian dihentikan oleh Inggris.

"Herdman memenuhi kriteria itu. Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama timnas Kanada putra maupun putri," ucap Bung Kus.

Lebih dari sekadar berprestasi, lanjutnya, Herdman juga seorang konseptor yang baik. “Itu tercermin dari cara dia membangun sepak bola Kanada dengan berbagai proyek yang mampu mengangkat negara itu masuk jajaran elite di Amerika Utara, bahkan dunia," tuturnya.  

Bung Kus menjamin, filosofi sepak bola Herdman juga jelas. “Berbasis pada pengembangan potensi pemain lokal digabung dengan rekrutmen pemain berkualitas dari berbagai sumber," cetusnya. 

Prestasi-prestasi itu membuat Bung Kus yakin Herdman adalah sosok yang tepat untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia, yang terdekat setelah kegagalan edisi 2026 adalah pada edisi 2030.

Keyakinan Bung Kus juga berdasarkan pada pengamatannya bahwa kualitas sepak bola di Indonesia mempunyai sejumlah kemiripan dengan Kanada. Hal ini juga dirasakan oleh asisten Herdman, Cesar Meylan yang mengatakan, Indonesia mempunyai situasi yang mirip seperti Kanada sekitar 4-5 tahun sebelum mereka bermain di Piala Dunia 2022.

"Kanada memang beda dengan Indonesia. Tapi ada sejumlah kemiripan dalam persoalan infrastruktur pembinaan, kualitas liga, dan keterbatasan SDM di bidang sepak bola," tandasnya.