Periskop.id - Perburuan mahkota gol terindah dunia, Puskas Award 2025, telah mencapai babak akhir. Voting resmi untuk menentukan pemenang gol terbaik tahun ini telah ditutup pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 23.59 waktu Central European Time (CET), yang setara dengan Kamis, 4 Desember 2025, sekitar pukul 05.59 WIB.

Meskipun voting akan selesai, namun pengumuman pemenang belum diumumkan secara publik oleh FIFA. Dilansir dari berbagai sumber, pengumuman pemenang kemungkinan besar akan dilakukan dalam rangkaian gala The Best FIFA Football Awards 2025. Artinya, pengumuman bisa terjadi beberapa hari atau minggu setelah voting ditutup, bukan langsung setelah 4 Desember. 

Puskas Award: Sejarah dan Kriteria Gol Spektakuler

Sejak diperkenalkan pada tahun 2009, Puskas Award telah mengabadikan momen-momen magis yang memikat imajinasi para penggemar di seluruh dunia. Penghargaan ini membuktikan bahwa gol terbaik tidak selalu dicetak oleh nama-nama terbesar dalam sepak bola, melainkan siapa pun dapat melakukannya, baik di ajang Piala Dunia maupun di liga terkecil.

Berikut adalah rekapitulasi pemenang bergengsi ini dari tahun ke tahun:

TahunPemenangKlub/TimnasDeskripsi Gol
2024Alejandro GarnachoManchester UnitedTendangan salto (overhead kick) spektakuler.
2023Guilherme MadrugaBotafogo-SPGol salto (overhead kick) dari luar kotak penalti.
2022Marcin OleksyWarta PoznanTendangan gunting (bicycle kick) dalam sepak bola amputasi.
2021Erik LamelaTottenham HotspurTendangan Rabona sensasional di laga derby.
2020Son Heung-minTottenham HotspurSolo run luar biasa dari wilayah sendiri.
2019Daniel ZsoriDebreceni VSCGol salto indah (bicycle kick) oleh pemain muda.
2018Mohamed SalahLiverpoolGol individu yang menggabungkan kekuatan dan kreativitas di laga derby.
2017Olivier GiroudArsenalScorpion kick akrobatik di udara.
2016Mohd Faiz SubriPenangTendangan bebas dengan belokan yang menentang fisika.
2015Wendell LiraGoianesiaVoli berputar setelah kontrol sempurna.
2014James RodriguezKolombiaVoli melengkung di Babak 16 Besar Piala Dunia 2014.
2013Zlatan IbrahimovicSwediaOverhead kick dari jarak ekstrem.
2012Miroslav StochFenerbahceVoli yang akurat dari sudut sulit.
2011NeymarSantosDribel lincah dan solo run slalom.
2010Hamit AltintopTurkiTendangan voli bertenaga dari sepak pojok.
2009Cristiano RonaldoManchester UnitedTendangan jarak 40 yard (sekitar 36 meter) dengan presisi sempurna.

Melihat pola historis ini, kriteria gol yang berpeluang menang di Puskas Award didasarkan pada unsur spektakuler dan impossible angle (seperti gol Ibrahimovic 2013), kreativitas yang tidak biasa (seperti Giroud 2017 dan Faiz Subri 2016), dan momen individual brilian, bukan gol kolektif (seperti Neymar 2011 dan Son Heung-min 2020). Selain itu, faktor viral dan media sosial kini sangat memengaruhi hasil voting publik.

Peluang dan Tantangan Rizky Ridho di Puskas Award 2025

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki perwakilan di daftar nominasi Puskas Award, yakni atas nama Rizky Ridho Ramadhani atas gol long-range shot atau disebut juga gol tengah lapangan yang ia cetak saat membela Persija Jakarta melawan Arema FC di Liga 1 musim 2024/2025. Momen bersejarah ini menempatkan dirinya bersaing dengan nama-nama top dunia seperti Declan Rice dan Lamine Yamal.

Lantas, apa saja aspek yang dapat menjadi peluang dan tantangan bagi Rizky Ridho?

1. Faktor Pendukung Utama (Aspek Voting Publik)

Peluang terbesar Rizky Ridho terletak pada dukungan voting publik yang sangat besar dari Indonesia dan Asia Tenggara.

Indonesia memiliki populasi penggemar sepak bola yang sangat besar dan aktif. Sejarah telah menunjukkan bagaimana netizen Indonesia mampu menciptakan gelombang dukungan masif dalam voting internasional.

Sebagai pemain Indonesia pertama yang masuk nominasi, faktor emosional ini akan mendorong seluruh lapisan penggemar untuk bersatu.

Gol setengah lapangan (jarak jauh, first-time shot, akurat) memiliki nilai estetika tinggi yang memenuhi kriteria gol indah FIFA, khususnya kriteria long-range shot ala Cristiano Ronaldo (2009).

2. Faktor Tantangan Utama (Aspek Kompetisi & Panel Ahli)

Tantangan datang dari pesaing yang tangguh dan kriteria penilaian panel ahli.

Rizky Ridho bersaing dengan bintang di kompetisi global seperti Declan Rice (Arsenal/Liga Inggris) dan Lamine Yamal (Barcelona/La Liga). Gol mereka mendapat liputan media yang sangat luas secara global.

Panel ahli FIFA memberikan bobot 50% berdasarkan estetika, teknik, dan pentingnya gol (tanpa unsur keberuntungan). Gol long-range harus bersaing dengan tipe gol yang dinilai memiliki tingkat kesulitan teknik lebih tinggi, seperti bicycle kick atau solo run.

Secara keseluruhan, peluang Rizky Ridho sangat terbuka, terutama karena sistem Puskas Award memberikan bobot 50% pada voting publik dan 50% pada panel ahli. Kemenangan terakhir dari Asia, seperti Faiz Subri (Malaysia, 2016), membuktikan bahwa pemain di luar liga-liga raksasa Eropa bisa menang berkat dukungan penggemar yang militan dan keunikan gol. 

Pemenang Puskas 2025 kemungkinan besar akan ditentukan oleh gol yang spektakuler, sulit ditiru, viral secara global, dan memiliki nilai artistik tinggi.