periskop.id - Menstruasi sering kali dikelilingi oleh mitos, tabu, dan kepercayaan turun-temurun. Banyak mitos yang dijalankan tanpa pernah dicek kebenarannya yang menyebabkan rasa kekhawatiran berlebihan bagi yang sedang menstruasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali mana yang fakta ilmiah dan mana yang sekadar kepercayaan. Dengan informasi yang benar, menstruasi bisa dilihat sebagai bagian alami dari tubuh, bukan sesuatu yang perlu ditakuti, disembunyikan, atau merasa bersalah.
Mitos 1: Jangan Mandi, Keramas, atau Cuci Rambut
Mitos ini sangat umum di banyak budaya, anggapan bahwa mandi, keramas, atau mencuci rambut saat menstruasi bisa mengganggu peredaran darah, memperparah menstruasi, menyebabkan kram, atau bahkan memengaruhi kesuburan.
Faktanya tidak ada bukti ilmiah yang mendukung larangan itu. Justru sebaliknya, mandi atau keramas saat menstruasi aman dan bahkan dianjurkan demi menjaga kebersihan tubuh dan area genital. Penelitian di Journal of Physiological Sciences menunjukkan bahwa mandi air hangat bisa membantu melancarkan peredaran darah, meredakan ketegangan otot, dan mengurangi nyeri menstruasi. Air dan kebersihan membantu mencegah infeksi, iritasi, atau bau tidak sedap, hal yang bisa saja terjadi jika kebersihan diabaikan.
Mitos 2: Menstruasi Harus Selalu Teratur 28 Hari
Banyak yang mengira bahwa menstruasi idealnya selalu rutin datang setiap 28 hari. Apabila menstruasi datang lebih cepat atau lebih lambat dari itu, maka kondisi tersebut dianggap tidak normal.
Kenyataannya, siklus menstruasi yang sehat bisa berbeda-beda untuk setiap perempuan. Menurut jurnal “Menstrual pattern among adolescent girls of Pokhara Valley: a cross sectional study” rentang normal siklus menstruasi antara 21 - 35 hari. Artinya kalau bulan ini menstruasimu 25 hari, bulan depan 31 hari, itu bisa saja sangat wajar.
Perubahan ini bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari hormon tubuh, stres, berat badan, pola makan, atau bahkan usia. Jadi jangan khawatir kalau siklusmu tidak pas 28 hari.
Mitos 3: Tidak Boleh Olahraga atau Berenang
Sebagian orang juga beranggapan bahwa saat menstruasi, perempuan harus istirahat total, tidak boleh olahraga, apalagi berenang karena dianggap bisa mengganggu menstruasi.
Faktanya, aktivitas fisik ringan seperti berjalan, yoga, atau peregangan dapat membantu meredakan kram perut, mengurangi nyeri, dan memperbaiki suasana hati. Studi berjudul “Effects of exercise participation on menstrual pain and symptoms” menunjukkan bahwa wanita yang rutin melakukan olahraga melaporkan nyeri menstruasi yang lebih rendah dibanding wanita tidak aktif. Berenang juga bisa dilakukan dengan aman selama memakai pembalut period-friendly seperti tampon, menstrual cup, atau pakaian renang khusus agar tidak bocor sehingga menstruasi tidak perlu menghentikan gaya hidup aktif.
Dengan begitu, menstruasi tidak lantas membuat tubuh harus istirahat total, selama Anda nyaman dan menjaganya dengan benar, tetap aktif adalah pilihan sehat.
Mitos 4: Darah Menstruasi Itu Kotor
Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa darah menstruasi itu kotor, najis, atau bahkan racun yang dikeluarkan tubuh. Anggapan ini membuat menstruasi sering dipandang menjijikkan atau memalukan. Padahal secara medis, darah menstruasi sama seperti darah yang keluar saat tubuh mengalami luka. Saat menstruasi, rahim meluruhkan lapisan dindingnya karena ovulasi tidak diikuti pembuahan sehingga darah, lendir, dan jaringan ikut keluar. Ini adalah proses alami tubuh, bukan limbah atau sesuatu yang berbahaya.
Istilah darah kotor pun tidak tepat digunakan untuk menstruasi. Seperti darah pada luka, darah menstruasi mengandung hemoglobin dan sel darah normal lainnya, bukan racun. Warna darah menstruasi pun bisa berbeda-beda, mulai dari merah terang, merah gelap, cokelat, hingga hitam, tergantung seberapa lama darah berada di rahim sebelum keluar. Variasi warna ini bukan indikator kotor atau bersih, melainkan bagian normal dari siklus menstruasi.
Mitos 5: Minum Air Dingin Bisa Memperparah Menstruasi
Banyak orang percaya bahwa saat menstruasi, perempuan harus menghindari minuman tertentu, terutama air dingin dan es. Keyakinan ini menyebar dengan alasan agar menstruasi tetap lancar dan tidak bermasalah.
Sebenarnya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan tersebut. Minuman dingin tidak memiliki pengaruh langsung terhadap aliran darah atau siklus menstruasi. Keyakinan ini lebih banyak bersumber dari tradisi dan kepercayaan turun-temurun, bukan fakta medis yang dapat diverifikasi.
Kini, saatnya membuang jauh-jauh mitos seputar menstruasi. Lima fakta ini membuktikan bahwa haid adalah proses alami, aman, dan wajar. Dengan informasi yang tepat, Anda bisa menjalani menstruasi dengan percaya diri, tetap aktif, dan nyaman tanpa rasa takut atau bersalah.
Tinggalkan Komentar
Komentar