periskop.id - Perempuan Indonesia telah membuktikan bahwa inspirasi bisa lahir dari keberanian, kepedulian, dan konsistensi dalam berkarya. Di tengah berbagai tantangan, banyak perempuan berhasil melangkah maju dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Lewat dedikasi dan semangat pantang menyerah, mereka menjadi sosok inspiratif yang layak dijadikan panutan sekaligus motivasi bagi generasi muda Indonesia.
7 Daftar Perempuan Inspiratif di Indonesia
1. Butet Manurung
Butet Manurung, yang memiliki nama lengkap Saur Marlina Manurung, dikenal sebagai sosok Ibu Guru dari Hutan. Ia lahir pada 21 Februari 1972 dan merupakan aktivis sosial serta antropolog Indonesia yang fokus pada pendidikan bagi masyarakat adat terpencil.
Merupakan lulusan S1 Antropologi dan Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran ini melanjutkan pendidikan S2 Antropologi Terapan dan Pembangunan Partisipatif di Australian National University, Canberra. Butet juga pernah mengikuti program Global Leadership and Public Policy di Harvard Kennedy School, Universitas Harvard pada tahun 2012. Sebelum mendirikan sekolah alternatif, ia sempat bekerja di Warung Informasi Konservasi, sebuah LSM yang bergerak di isu pelestarian hutan Sumatra pada 1999.
Pada 2003, Butet Manurung mendirikan Sokola Rimba, sebuah inisiatif pendidikan alternatif untuk Orang Rimba di kawasan Bukit Duabelas, Jambi. Seiring waktu, Sokola Rimba berkembang dan berganti nama menjadi Sokola Institute.
Kini, Sokola Institute telah menjangkau 17 komunitas adat di berbagai wilayah Indonesia dan memberikan akses pendidikan kepada lebih dari 15.000 masyarakat adat, menjadikannya salah satu gerakan pendidikan alternatif paling berpengaruh di Indonesia.
2. Nurhayati Subakat
Nurhayati Subakat adalah sosok di balik kesuksesan Wardah dan berbagai brand kecantikan lokal Indonesia. Perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat ini merupakan pendiri Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang kini menaungi 14 merek kecantikan.
Lulusan Farmasi ITB tersebut awalnya bekerja sebagai apoteker sebelum memutuskan berwirausaha agar bisa menerapkan ilmunya. Bersama suami, ia memulai bisnis rumahan dengan memproduksi produk perawatan rambut merek Putri. Meski sempat bangkrut akibat kebakaran pabrik, Nurhayati bangkit dan membangun kembali usahanya dari nol.
Kini, Paragon memiliki 43 pusat distribusi di Indonesia dan Malaysia, dengan Wardah menyumbang sekitar 70 persen pendapatan perusahaan. Kisah Nurhayati Subakat menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan langkah kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membawa kesuksesan besar.
3. Martha Tilaar
Martha Tilaar merupakan salah satu tokoh perempuan yang berjasa besar dalam sejarah industri kecantikan Indonesia. Perjalanannya dimulai pada 1970 dari garasi rumah orang tuanya di Jakarta, dengan mengembangkan produk kecantikan berbahan alami dan jamu tradisional di tengah dominasi produk impor.
Lahir di Gombong, Jawa Tengah, 4 September 1937, Martha Handana menempuh pendidikan di Academy of Beauty Culture, Amerika Serikat. Sekembalinya ke Indonesia, ia membuka salon sederhana dan meracik perawatan berbahan lokal, seperti jahe, temulawak, dan kunyit yang menjadi ciri khas mereknya.
Dedikasi Martha Tilaar mendapat pengakuan internasional. Ia menerima gelar doktor honoris causa dari World University Tucson pada 1984, penghargaan PBB dari Ban Ki-moon pada 2002, serta Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah RI pada 2016.
Hingga kini, Martha Tilaar tak hanya identik dengan kecantikan, tetapi juga menjadi simbol kepemimpinan perempuan dan inovasi melalui konsep holistic beauty yang memadukan kesehatan tubuh dan jiwa.
4. Mooryati Soedibyo
Mooryati Soedibyo merupakan pendiri Mustika Ratu, perusahaan jamu dan kosmetik tradisional Indonesia yang berhasil menembus pasar global, sekaligus pendiri Yayasan Puteri Indonesia. Sebagai bangsawan Keraton Surakarta, ia dikenal mampu memadukan kearifan tradisional dengan ilmu modern, membangun bisnis dari modal kecil hingga menjadi raksasa industri kecantikan. Mooryati juga aktif di dunia politik dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI.
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1973, ketika ia meracik beras kencur di garasi rumah dan menjualnya secara door to door. Usahanya berkembang pesat dengan membuka salon kecantikan tradisional, membangun pabrik, serta melahirkan berbagai merek, seperti Biocell, Moors, dan Taman Sari Royal Heritage Spa. Selain jamu, Mustika Ratu juga memproduksi minuman kesehatan dan beragam produk kecantikan.
Di luar bisnis, Mooryati menggagas kontes Puteri Indonesia pada 1992 sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Dijuluki “Empu Jamu Indonesia”, Mooryati Soedibyo wafat pada 24 April 2024 di usia 96 tahun, meninggalkan warisan besar di bidang kecantikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan Indonesia.
5. Asma Nadia
Asma Nadia merupakan salah satu penulis ternama Indonesia yang dikenal lewat karya-karyanya yang inspiratif. Tulisan-tulisannya banyak mengangkat kisah kehidupan sehari-hari dengan sentuhan nilai spiritual dan perjuangan hidup sehingga mudah diterima pembaca dari berbagai kalangan.
Karier menulis Asma Nadia berawal dari penulisan cerita pendek yang dikirim ke berbagai media cetak. Pada 1994, ia meraih juara lomba cerpen Islami majalah Aninda, yang menjadi titik balik perjalanannya di dunia literasi. Sejak saat itu, Asma semakin aktif menulis artikel dan karya sastra yang sarat pesan moral dan nilai spiritual, ciri khas yang terus hadir dalam novel-novelnya.
Selain produktif menulis novel dan cerpen populer, Asma Nadia juga aktif di bidang pendidikan dan kegiatan sosial. Ia mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah komunitas yang mewadahi penulis muda Indonesia untuk belajar, mengasah kemampuan menulis, dan berbagi karya.
6. Najwa Shihab
Najwa Shihab dikenal sebagai salah satu jurnalis ternama di Indonesia. Lewat program Mata Najwa, ia berhasil menarik perhatian publik dengan gaya wawancara yang kritis dan berani. Meski menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), kecintaannya pada dunia jurnalistik membuat perempuan yang akrab disapa Nana ini memilih terjun langsung sebagai jurnalis. Ia dikenal vokal dalam menyuarakan berbagai bentuk ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.
Karier jurnalistik Najwa Shihab dimulai sebagai wartawan magang di RCTI, lalu bergabung dengan Metro TV pada 2001. Namanya melambung setelah menjadi anchor berita dan membawakan Mata Najwa sejak 2009. Setelah keluar dari Metro TV pada 2017, Najwa kembali hadir di Trans7 dan mendirikan Narasi, media digital omni-channel. Hingga kini, ia tetap aktif memproduksi konten jurnalistik dan wawancara tokoh nasional.
Sebagai jurnalis berpengaruh, Najwa meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Panasonic Gobel Awards, Asian Television Awards, dan Young Global Leader dari World Economic Forum. Deretan prestasi ini menegaskan posisi Najwa Shihab sebagai salah satu figur penting jurnalisme Indonesia.
7. Christine Hakim
Christine Hakim adalah salah satu aktris legendaris Indonesia yang dijuluki grande dame perfilman Tanah Air. Lahir di Kuala Tungkal, Jambi, pada 25 Desember 1956, ia memulai karier aktingnya sejak awal 1970-an dan langsung mencuri perhatian lewat film Cinta Pertama (1973) yang mengantarkannya meraih Piala Citra.
Sepanjang lebih dari lima dekade berkarya, Christine Hakim membintangi banyak film penting seperti Badai Pasti Berlalu, Tjoet Nja’ Dhien, Daun di Atas Bantal, dan Pasir Berbisik, serta menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tak hanya dikenal sebagai aktris, ia juga aktif sebagai produser film dan duta UNESCO untuk pendidikan, menjadikannya sosok berpengaruh yang konsisten berkontribusi bagi dunia perfilman dan isu sosial di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar