periskop.id - Memiliki hubungan yang dekat dan nyaman dengan orang lain itu sebenarnya hal yang wajar. Tapi anehnya, ada juga orang yang malah ngerasa nggak tenang saat hubungan mulai makin dekat. Bukan karena nggak peduli, tapi justru karena terlalu banyak rasa takut di kepala.
Fenomena ini disebut fear of intimacy, takut buat buka hati dan jadi lebih dekat secara emosional. Akhirnya, meski ingin punya hubungan yang serius, sering tanpa sadar pasang jarak. Mau pacaran tapi ragu, mau cerita tapi ditahan, mau dekat tapi malah menjauh.
Apa Itu Fear of Intimacy?
Fear of intimacy adalah ketakutan atau kecemasan menjalin hubungan emosional yang dekat dan bertahan lama dengan orang lain. Bukan hanya takut berhubungan romantis, tapi juga bisa terlihat dalam hubungan keluarga, pertemanan, atau sosial. Orang dengan kondisi ini sering kesulitan membuka diri, memercayai orang lain, atau menerima kedekatan emosional.
Orang yang punya fear of intimacy biasanya mulai nggak nyaman saat harus cerita lebih dalam atau nunjukin sisi diri yang sebenarnya. Ada rasa takut dibilang berlebihan, ditolak, atau malah kehilangan kendali atas diri sendiri. Akhirnya, refleks yang muncul sering kali menghindar pelan-pelan menjauh, jaga jarak, atau langsung mundur begitu hubungan terasa makin serius.
Penyebab Fear of Intimacy
1. Luka dari Hubungan Sebelumnya
Pengalaman hubungan yang kandas di masa lalu bisa ninggalin bekas yang cukup dalam. Kalau kamu pernah disakiti atau dikecewakan, wajar banget kalau jadi lebih waspada saat mau dekat lagi sama orang baru. Bukan karena nggak mau cinta, tapi karena takut kejadian lama keulang lagi.
Akhirnya, kamu memilih jaga jarak dan menghindari kedekatan emosional sebagai bentuk “perlindungan diri”. Intimasi jadi terasa menakutkan karena di kepala cuma ada satu pikiran, jangan sampai sakit dua kali karena hal yang sama.
2. Trauma Lama Masa Kecil
Pengalaman kurang menyenangkan di masa kecil juga bisa jadi akar masalahnya. Misalnya, saat kamu sedih, marah, atau butuh dipahami, tapi malah diabaikan oleh orang tua atau orang terdekat. Lama-lama, hal ini bikin kamu belajar bahwa menunjukkan perasaan itu nggak selalu aman.
Tanpa sadar, kamu tumbuh dengan pola keterikatan yang kurang sehat. Dampaknya kebawa sampai dewasa, terutama ke hubungan romantis. Kamu jadi ragu buat dekat, takut nunjukin sisi rapuh, dan memilih menahan perasaan. Soalnya, di pikiranmu, kedekatan emosional bukan tempat yang nyaman, melainkan sesuatu yang bikin was-was.
3. Takut Ditinggalkan
Kalau kamu sering kepikiran akan ditinggal sama pasangan, bisa jadi itu bukan rasa cemburu biasa. Ada kemungkinan, ketakutan itu datang dari pengalaman lama, misalnya pernah ditinggal orang tua atau figur penting waktu masih kecil.
Sejak saat itu, otakmu belajar satu hal, lebih baik jangan terlalu dekat. Jaga jarak jadi cara aman biar nggak ngerasain sakit yang sama lagi. Jadi bukannya nggak mau sayang, tapi kamu memilih mundur duluan supaya nggak terluka kemudian.
4. Kurang Percaya Diri
Rasa minder yang kebangetan juga bisa jadi pemicu rasa takut ini. Saat kamu sering ngerasa, “Aku nggak sepantas itu buat dicintai,” otomatis kamu bakal pasang tembok sebelum orang lain benar-benar masuk ke hidupmu.
Di kepala muncul banyak pertanyaan: "Emang kenapa dia mau sama aku?” atau “Paling juga nanti ninggalin.” Padahal sebenarnya kamu pengin dekat. Cuma, rasa nggak percaya diri itu diam-diam menyabotase hubungan, bikin kamu menjauh duluan sebelum orang lain sempat mendekat.
Dampak Fear of Intimacy
Fear of intimacy bisa bikin seseorang jadi susah komitmen, bukan cuma soal pacaran, tapi juga di pertemanan, keluarga, bahkan dunia kerja. Begitu hubungan mulai menuntut keterbukaan atau sisi rapuh, refleks yang muncul justru menghindar. Akhirnya, hubungan yang dijalani cuma sebatas permukaan nggak pernah benar-benar dalam atau dekat.
Masalahnya, rasa takut ini pelan-pelan bisa berubah jadi rasa sepi. Di dalam hati sebenarnya pengin punya koneksi yang nyata dan bermakna, tapi ada perasaan belum siap atau nggak sanggup menghadapinya. Jadi, meski dikelilingi orang, tetap saja merasa sendirian.
Cara Mengatasi Fear of Intimacy
Penting banget buat tahu bagaimana cara menghadapi dan mengurangi fear of intimacy. Di bawah ini, ada beberapa cara yang bisa kamu coba buat pelan-pelan berdamai sama rasa takut tersebut.
1. Terapi Psikologis
Terapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) atau terapi hubungan dapat membantu mengenali pola pikir yang menghambat kedekatan.
2. Meningkatkan Kesadaran Diri
Belajar memahami apa yang sebenarnya ditakutkan dan memisahkan respon emosional lama dari situasi sekarang.
3. Belajar Komunikasi Emosional
Berlatih berbicara tentang perasaan langkah demi langkah dalam hubungan yang aman dan mendukung.
4. Dukungan Pasangan atau Sahabat
Pasangan atau teman yang sabar dapat membantu membangun rasa aman secara bertahap.
Tinggalkan Komentar
Komentar