Periskop.id - Google memperluas kemampuan kecerdasan artifisial di Google Maps melalui Ask Maps. Fitur berbasis Gemini itu kini tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan soal lokasi, tetapi mulai mampu menjalankan tugas seperti membantu memesan makanan, mencari hotel sesuai kebutuhan hingga menemukan tiket acara.
Pembaruan tersebut menjadi bagian dari upaya Google mengubah Maps dari aplikasi navigasi menjadi asisten digital yang dapat membantu pengguna merencanakan sekaligus menyelesaikan aktivitas di dunia nyata. Menariknya, bersamaan dengan pembaruan itu, Ask Maps juga resmi diperluas ke Indonesia mulai 6 Agustus 2026.
"Ask Maps kini hadir di Indonesia, membawa cara baru jelajahi Google Maps dengan dukungan Gemini," tulis Google Maps Team dalam keterangan resminya.
Di Indonesia, Ask Maps tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Google menyebut dukungan untuk sejumlah bahasa lokal lainnya akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan.
Tinggal Minta AI Carikan Makanan
Kemampuan agentik terbaru Ask Maps memungkinkan pengguna memberikan perintah dengan bahasa sehari-hari. Misalnya, pengguna dapat meminta makanan tertentu yang tersedia di restoran sepanjang perjalanan pulang. AI kemudian mencari restoran yang masih buka sekaligus mempertimbangkan preferensi seperti tempat yang pernah disimpan atau kebutuhan diet pengguna.
Setelah restoran dipilih, Ask Maps dapat memasukkan menu yang diminta langsung ke keranjang belanja. Pengguna selanjutnya tetap dapat meninjau pesanan, menambahkan menu lain dan menyelesaikan pembayaran melalui platform yang didukung.
Google menggandeng Square dan Toast untuk tahap awal layanan tersebut, sedangkan integrasi dengan Uber Eats dijadwalkan menyusul. Untuk sementara, kemampuan pemesanan makanan ini baru digulirkan di Amerika Serikat dan akan diperluas ke negara lain secara bertahap.
Selain makanan, Ask Maps dapat membantu pencarian hotel dengan kriteria yang cukup spesifik. Pengguna, misalnya, bisa meminta hotel dengan harga terjangkau dan ulasan tinggi yang memiliki nuansa artistik serta berada dekat pusat kebugaran dan restoran.
Ask Maps kemudian membandingkan harga secara real-time dan mengecek ketersediaan kamar sebelum memberikan sejumlah rekomendasi. Setelah menentukan pilihan, pengguna diarahkan ke situs mitra untuk menyelesaikan pemesanan. Fitur serupa juga dapat digunakan untuk menemukan konser, pertunjukan komedi maupun kegiatan lain di sekitar pengguna lengkap dengan tautan pembelian tiket.
TechCrunch menilai pengembangan tersebut mencerminkan ambisi Google untuk membawa Maps melampaui fungsi navigasi konvensional menuju layanan asisten AI yang mampu membantu pengguna melakukan pekerjaan nyata. The Verge juga melaporkan pembaruan tersebut sebagai perluasan signifikan fungsi Ask Maps setelah fitur itu diluncurkan pada awal 2026.
Bisa Baca Reservasi dari Gmail
Google juga membawa Personal Intelligence ke Ask Maps. Dengan izin pengguna, fitur ini dapat terhubung dengan Gmail sehingga AI mampu memahami konteks personal, seperti jadwal penerbangan, reservasi hotel atau makan malam, tanpa pengguna harus menjelaskan seluruh rencana dari awal. Dukungan Google Calendar disebut akan menyusul.
Sebagai contoh, ketika pengguna menanyakan kegiatan yang dapat dilakukan beberapa jam sebelum penerbangan, Ask Maps dapat membaca informasi reservasi hotel dari Gmail, memberikan rekomendasi tempat di sekitar lokasi tersebut dan memperhitungkan waktu terbaik untuk berangkat menuju bandara.
Google menegaskan koneksi ke Gmail tidak aktif secara otomatis.
"Tentu Anda memegang kendali penuh atas fitur ini," tulis Google Maps Team.
Pengguna dapat menentukan sendiri apakah ingin menghubungkan akun Gmail dengan Ask Maps. Google juga menyebut fitur Personal Intelligence dirancang dengan mempertimbangkan aspek privasi.
Ask Maps kini juga dapat mengingat percakapan sebelumnya apabila pengguna mengaktifkan pengaturan riwayat. Dengan demikian, perencanaan perjalanan dapat dilanjutkan tanpa harus mengulang seluruh pertanyaan atau preferensi dari awal.
Google Maps Punya Data Lebih dari 300 Juta Tempat
Kemampuan tersebut ditopang basis informasi Google Maps yang sangat besar. Saat memperkenalkan Ask Maps pada Maret 2026, Google menyebut sistemnya menganalisis informasi dari lebih dari 300 juta tempat di seluruh dunia dan memanfaatkan ulasan serta informasi dari komunitas yang terdiri atas lebih dari 500 juta kontributor.
Ask Maps juga mendapat fitur informasi transportasi umum secara real-time. Pengguna dapat menanyakan jadwal bus, kereta, MRT maupun moda transportasi lain dan melihat pembaruan keterlambatan melalui tampilan transit yang terus diperbarui. Kemampuan ini termasuk dalam pembaruan yang tersedia di wilayah tempat Ask Maps telah diluncurkan, termasuk Indonesia.
Namun, pengguna Indonesia belum memperoleh seluruh kemampuan agentik tersebut sekaligus. Google menegaskan fitur pemesanan makanan, pencarian hotel dan acara secara agentik saat ini baru diluncurkan di Amerika Serikat, sedangkan Personal Intelligence, riwayat percakapan dan informasi transit real-time memiliki jangkauan yang lebih luas.
Ekspansi ini membuat Google Maps semakin jauh bergeser dari sekadar aplikasi untuk mencari alamat dan menentukan rute. Dengan integrasi Gemini dan Personal Intelligence, Google mulai menjadikan Maps sebagai asisten AI yang dapat memahami kebutuhan pengguna, mencari pilihan yang relevan dan membantu mengubah rekomendasi menjadi tindakan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar