Iklan
Moneter

BI Ungkap BI-Rate Saat Ini Masih Cukup untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia menilai BI-Rate saat ini masih cukup untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

BI Ungkap BI-Rate Saat Ini Masih Cukup untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Indonesia (BI) menilai tingkat suku bunga acuan atau BI-Rate saat ini masih cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, stabilitas menjadi salah satu prioritas BI saat ini. Namun, menurutnya, menjaga stabilitas tidak selalu harus dilakukan melalui kebijakan suku bunga.

"Kalau ditanya, apakah BI-Rate saat ini cukup untuk menjaga stabilitas? Nah, kita tentunya akan melihat. Kalau saat ini kita masih menganggapnya cukup," kata Destry dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (23/9).

Destry menjelaskan, BI sebelumnya telah melakukan langkah pre-emptive dengan menaikkan BI-Rate secara total 100 basis poin pada Mei dan Juni. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mengantisipasi meningkatnya ketidakpastian global.

"Stabilitas itu adalah prioritas saat ini, prioritas. Karena ketidakpastian global yang sangat tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Destry menegaskan BI tidak hanya mengandalkan suku bunga dalam menjaga stabilitas. Bank sentral juga terus memperkuat berbagai kebijakan lainnya, termasuk kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, kebijakan UMKM, serta kebijakan regional.

Di sisi lain, BI juga tetap berupaya memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Destry mengatakan sejumlah indikator mulai menunjukkan perkembangan positif, seperti konsumsi masyarakat yang mulai meningkat dan aktivitas korporasi serta sektor swasta yang mulai berkembang.

"Jadi ekonominya lagi mulai bergerak, terus bergerak. Nah, ini kita dorong dengan kebijakan-kebijakan kami," paparnya.

Selain itu, Destry menyebut neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 telah kembali mencatatkan posisi positif. Sementara itu, cadangan devisa juga masih berada pada level yang relatif stabil, yakni sekitar US$146 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ekonomi domestik masih tumbuh meskipun tetap membutuhkan dorongan agar momentumnya terus berlanjut.

"Di sisi lain untuk domestik kita masih perlu untuk, selain stabilitas tentu yang menjadi fokus kami saat ini, tapi juga kita harus bisa membuka ruang untuk ekonomi itu masih bisa bergerak lebih maju lagi," tutup Destry.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Destry Damayanti, Bank Indonesia (BI), BI-Rate, Rupiah, dan RDG BI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.