periskop.id - Manajemen Proyek LRT Jakarta memberikan penjelasan teknis terkait skema integrasi antarmoda pada rute fase 1B Velodrome-Manggarai. Pihak proyek memastikan peron LRT nantinya tidak akan terhubung secara langsung atau berada satu atap dengan peron Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) di Manggarai, melainkan melalui jalur konektivitas khusus.

“Kan peron-peronnya di Manggarai ada banyak dan apakah mungkin nanti LRT Jakarta bisa masuk ke peron itu? Mungkin jawabannya nggak,” jelas Direktur Proyek LRT Jakarta Ramdani Akbar saat ditemui di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/11), seperti dilansir Antara.

Ramdani menegaskan fokus utama pembangunan adalah menciptakan kemudahan mobilitas penumpang.

Pihak LRT Jakarta akan menghubungkan kedua stasiun tersebut melalui fasilitas jalur konektivitas yang nyaman. Fasilitas ini masuk dalam lingkup pengerjaan proyek fase 1B agar pengguna transportasi umum dapat berpindah moda dengan lancar.

“Jadi, di situ nanti termasuk di dalam lingkup proyek LRT Jakarta 1B juga, dari stasiun LRT Jakarta Manggarai, kita akan hubungkan jalur konektivitas langsung menuju stasiun KRL di Manggarai,” kata Ramdani.

Secara keseluruhan, proyek strategis LRT Jakarta fase 1B Velodrome-Manggarai ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Infrastruktur ini akan melengkapi rute fase 1A Pegangsaan Dua-Velodrome yang sudah beroperasi. Total panjang lintasan dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Manggarai nantinya mencapai 12,2 kilometer (Km) dengan 11 stasiun pemberhentian.

Mengenai waktu tempuh, tim proyek memprakirakan perjalanan rute penuh akan memakan waktu sekitar 27 hingga 30 menit. Namun, durasi pasti baru dapat dikonfirmasi setelah uji coba infrastruktur dilakukan.

Progres Konstruksi LRT Jakarta Fase 1B dan Rencana Ekspansi

Hingga pekan kedua November 2025, pengerjaan fisik proyek LRT Jakarta Fase 1B telah menyentuh angka 80,57%.

Capaian paling signifikan terlihat pada pembangunan viaduk atau jembatan kereta yang sudah mencapai 95,40%.

Untuk progres stasiun, Stasiun Rawamangun mencatatkan kemajuan tertinggi sebesar 91,69%.

Sementara itu, progres stasiun lainnya bervariasi. Stasiun Pramuka BPKP mencapai 65,29%, Stasiun Matraman 65,89%, Stasiun Pasar Pramuka 45,24%, dan Stasiun Manggarai baru menyentuh 30,42%.

Selain fokus pada fase 1B, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku induk usaha tengah mematangkan kajian pengembangan rute lanjutan.

Diskusi intensif masih dilakukan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan prioritas eksekusi. Pilihan rute mencakup perpanjangan Fase 1C (Manggarai-Dukuh Atas) atau Fase 2A menuju Jakarta International Stadium (JIS).

Kajian pengembangan rute ke wilayah utara, termasuk potensi jalur menuju Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, juga sedang didalami.

“Namun sampai saat ini Jakpro masih berdiskusi dengan Pemprov DKI terkait mana yang akan lebih dulu dieksekusi,” pungkasnya.