periskop.id - PT LRT Jakarta memasang target ambisius untuk menyehatkan struktur keuangan perusahaan dengan membidik peningkatan laba bersih hingga 67%. Target ini diproyeksikan tercapai saat rute Velodrome-Manggarai beroperasi penuh pada Agustus 2026 mendatang.

"Kita harapkan dengan penambahan rute ke Manggarai dan rute-rute berikutnya nanti, ketergantungan terhadap subsidi relatif bisa dikurangi secara signifikan," kata Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, dalam sesi media briefing di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/11), seperti dilansir Antara.

Roberto menjelaskan fokus utama manajemen saat ini adalah mengurangi ketergantungan pada subsidi tiket dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Saat ini, subsidi pemerintah masih menopang 94% pendapatan perusahaan. Sementara itu, pendapatan tiket murni baru menyumbang 2%, dan pendapatan non-tiket (non-farebox) berada di angka 4%.

Guna mengubah komposisi tersebut, LRT Jakarta akan menggenjot optimalisasi aset secara masif. Kereta dan stasiun akan dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai media iklan, baik dalam bentuk fisik maupun digital.

Roberto optimistis pembukaan Stasiun Manggarai kelak akan menjadi magnet kuat bagi investor iklan mengingat tingginya volume penumpang di titik tersebut.

Selain iklan, pemanfaatan aset juga menyasar area depo di Pegangsaan Dua. Lahan tersebut kini dikembangkan untuk pertanian perkotaan (urban farming) serta rencana pembangunan delapan lapangan padel berstandar internasional.

"Lahan-lahan yang masih tersisa juga sedang kita upayakan untuk nantinya bisa dimanfaatkan oleh investor. Apakah itu kuliner untuk olahraga atau lainnya," tambah Roberto.

Manajemen meyakini, meskipun total subsidi mungkin naik seiring lonjakan penumpang, nilai subsidi per penumpang secara nominal akan turun drastis berkat sokongan pendapatan bisnis non-tiket.

Rekrutmen 20 Masinis LRT Baru

Guna mendukung ekspansi bisnis dan operasional tersebut, PT LRT Jakarta telah melakukan langkah strategis di sektor sumber daya manusia (SDM). Perusahaan merekrut 20 masinis baru jauh sebelum operasional rute anyar dimulai.

"Kita mulai dari mempersiapkan hal-hal yang paling substansial dan membutuhkan waktu penyiapan yang paling lama. Salah satunya adalah mengenai SDM, khususnya masinis," ujar Roberto.

Para masinis baru ini telah mulai bekerja sejak Juni 2025. Saat ini, mereka ditempatkan sebagai asisten masinis untuk membantu melansir kereta di depo dan belum diizinkan mengemudi penuh.

Roberto menegaskan standar keselamatan yang tinggi mengharuskan seorang masinis memiliki jam terbang teknis yang mumpuni.

Profesi ini dinilai berbeda dengan pengemudi kendaraan umum lainnya, sehingga butuh ribuan jam pengalaman teknis sebelum seseorang layak menjadi pengemudi utama.

"Seorang masinis tidak seperti sopir angkot atau bus yang setelah punya SIM bisa langsung mengemudi. Seorang masinis membutuhkan jam minimum sebelum bisa menjadi pengemudi utama. Ada ribuan jam teknis yang harus dilalui," jelasnya.

Dengan persiapan panjang ini, manajemen berharap seluruh masinis baru sudah mencapai jam teknis minimum dan siap bertugas penuh menjelang pembukaan rute baru pada 2026.