periskop.id - Jelang liburan sekolah, Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh kembali membuka Program Edutrip. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, tingginya minat terhadap Edutrip menunjukkan metode pembelajaran berbasis pengalaman semakin dibutuhkan di dunia pendidikan.
Edutrip Whoosh dimaksudkan agar pelajar dapat melihat langsung bagaimana teknologi kereta cepat bekerja, memahami aspek keselamatan, dan merasakan pengalaman transportasi masa depan Indonesia. Hingga November 2025. Program ini telah diikuti oleh 60 sekolah dengan total lebih dari 5.000 siswa, seiring KCIC menyediakan diskon tiket hingga 50% khusus untuk kegiatan edukasi rombongan.
“Dengan adanya diskon hingga 50%, sekolah dapat lebih mudah mengikutsertakan siswanya dalam kegiatan edukasi ini,” ujar Eva dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Edutrip merupakan program edukasi yang memperkenalkan siswa pada teknologi, operasional, keselamatan, dan manfaat lingkungan dari Kereta Cepat Whoosh. Melalui paket ini, peserta mendapatkan sesi penjelasan dari petugas, pengenalan fasilitas stasiun dan kereta, hingga kesempatan merasakan perjalanan dengan Whoosh sebagai bagian dari kegiatan belajar.
Cara Ikut Program Edutrip
Peserta Edutrip berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek, Karawang, dan Bandung Raya, dengan jenjang pendidikan yang sangat beragam, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga sekolah internasional.
Untuk mengikuti program ini, sekolah dapat melakukan pemesanan melalui layanan Whoosh Group Reservation dengan menghubungi WhatsApp 0813-4000-2920.
Eva melanjutkan, sekolah cukup menyampaikan jumlah peserta, jadwal keberangkatan yang diinginkan, serta kebutuhan pendampingan edukasi. Tim KCIC selanjutnya akan membantu proses verifikasi, penjadwalan, dan pemesanan tiket.
Lebih lanjut, ia menegaskan KCIC akan terus memperkuat kebermanfaatan Edutrip agar bisa menjangkau lebih banyak institusi pendidikan.
“Kami berkomitmen menjadikan Whoosh sebagai bagian dari pengembangan generasi muda Indonesia. Lewat Edutrip, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung penerapan teknologi tinggi yang menjadi kebanggaan bangsa,” tutup Eva.
Tinggalkan Komentar
Komentar