periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga pasar domestik dari gempuran barang-barang ilegal demi melindungi industri dalam negeri. Purbaya menyebut penindakan terhadap masuknya pakaian bekas ilegal atau thrifting hanyalah awal dari langkah yang lebih luas.
"Gua gak peduli thriftingnya, pokoknya yang baju bekas ilegal masuk, kita tutup. Nanti habis itu, baja. Habis itu, sepatu. Habis itu yang lain-lain," kata Purbaya dalam acara Rapimnas Kadin Indonesia, Jakarta, ditulis Selasa (2/12).
Menurutnya, strategi ini penting untuk menjaga permintaan domestik sekaligus memastikan pelaku industri nasional dapat berkembang. Namun ia mengingatkan agar para pengusaha yang terlindungi oleh kebijakan pemerintah tetap memenuhi kewajiban perpajakan.
"Jadi kita jaga domestic demand, domestic market, untuk teman-teman pengusaha. Tapi nanti kalau udah sukses, jangan lupa bayar pajak. Kan sama-sama senang," terangnya.
Di sisi lain, Purbaya juga menanggapi target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%. Menurutnya, meski ambisius, angka tersebut tidak mustahil dicapai bila strategi fiskal, moneter, dan investasi dijalankan secara konsisten.
"Semua orang ngetawain, ya gak mungkin. Saya sih waktu belum di sistemnya, masih di luar. Saya bilang, ya emang susah, tapi kalau kita mau jadi negara maju, kita harus tumbuh double digit selama 10 tahun lebih," jelas Purbaya.
Ia menilai pertumbuhan 8% merupakan langkah awal menuju target tersebut dan memungkinkan dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Dengan mesin pemerintah dan swasta yang bergerak sinkron, pasar domestik yang terlindungi, serta perbaikan iklim investasi, ia optimistis ekonomi dapat terus menguat.
"Harusnya 4-5 tahun lagi, udah kelihatan tuh 8%nya, bisa tercapai apa enggak. Seandainya tercapai 8%, 7% juga udah lumayan. Tapi saya pikir dengan tadi, strategi fiskal, monitor jalan, mesin pemerintah jalan, mesin swasta jalan, domestic market dijaga dengan betul, ekonomi investasi diperbaiki," tutur Purbaya.
Purbaya juga menyinggung respon positif pasar modal terhadap kebijakan pemerintah era Presiden Prabowo. Menurutnya, kenaikan cepat di pasar saham mencerminkan keyakinan pelaku pasar bahwa pemerintah serius menjalankan agenda ekonomi.
"Tumbuh 8%, susah, tapi bukan angka yang mustahil kalau kita lajukan secara bertahap. Jadi fiskal, sektor keuangan dan ekonomi investasi diperbaiki," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar