banner-sheroes-yoga
Transportasi

Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Kereta Jadi Moda dengan Kenaikan Tertinggi

Lonjakan mudik Lebaran 2026 mencapai 6,25 juta penumpang sejak H-8 hingga H-4. Kereta api mencatat kenaikan tertinggi 15,67%, dipicu kebijakan WFA dan cuti bersama yang dimanfaatka...

Penumpang kereta berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat,
Penumpang kereta berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat Sebanyak 17.657 penumpang kereta api berangkat dari Stasiun Gambir pada Selasa atau H-4 Lebaran 2026. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Pergerakan mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat lebih dari 6,25 juta penumpang telah berangkat sejak H-8 hingga H-4, meningkat hampir 11 persen dibandingkan tahun lalu, seiring masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) dan cuti bersama untuk pulang lebih awal.

Moda perkeretaapian mencatat kenaikan tertinggi, yakni naik 15,67% dengan total 1.863.782 orang dibandingkan 1.611.291 orang pada tahun lalu.

Selanjutnya, angkutan udara naik 8,14% menjadi 1.424.872 penumpang dibandingkan 1.317.557 penumpang tahun lalu; angkutan laut naik 10,50% menjadi 527.535 orang dibandingkan 477.418 orang tahun lalu.

Angkutan penyeberangan naik 11,27% atau sebesar 1.511.072 orang dibandingkan 1.358.016 orang tahun lalu, sedangkan angkutan darat naik 6,41% menjadi 924.545 orang dibandingkan 868.839 orang tahun lalu.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik secara serentak, mengingat 18 Maret 2026 sudah memasuki waktu cuti bersama Nyepi.

“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun cuti bersama,” kata Titis dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus pada beberapa titik kepadatan seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akan ditutup saat perayaan Nyepi.

Dari sisi layanan, kondisi operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4) tercatat 95,90% untuk kereta api antarkota, 99,20% untuk perkeretaapian perkotaan regional, 81,81% untuk angkutan udara domestik, 70,45% untuk udara internasional, 95,82% untuk angkutan laut, 95,09% untuk penyeberangan, dan 71,92% untuk angkutan jalan.

Selain kepadatan lalu lintas, Kementerian Perhubungan juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi. Pada H-4 terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu di Halmahera dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meskipun secara umum operasional transportasi tetap berjalan.

“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), lebaran, dan mudik lebaran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.