Bos OJK Sebut IHSG Tumbuh 10% Sepanjang Juli 2026
OJK menyebut IHSG menguat 10,51% pada Juli 2026, sinyal pemulihan setelah sempat terkoreksi hampir 20% pada kuartal sebelumnya.

Periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia mulai bangkit pada awal kuartal III 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 10,51% secara bulanan sepanjang Juli 2026, setelah sempat tertekan akibat ketidakpastian global pada kuartal sebelumnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, IHSG ditutup di level 5.643,19 pada akhir kuartal II 2026. Angka tersebut terkoreksi 19,93% secara kuartalan akibat tingginya ketidakpastian global saat itu.
"Pasar modal Indonesia mengalami fase konsolidasi pada triwulan II tahun 2026, namun mulai menunjukkan arah pemulihan di awal triwulan III tahun 2026," kata Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, dikutip Selasa (4/8).
Friderica menambahkan, tren perbaikan itu berlanjut memasuki Juli 2026 seiring meredanya tekanan di pasar saham. Ia merinci posisi IHSG pada penutupan akhir bulan tersebut.
"Memasuki bulan Juli 2026, indeks menunjukkan arah pemulihan. Per 31 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 6.236,13 atau menguat 10,51 persen secara bulanan," ujar Friderica.
Di tengah perbaikan pasar saham, kinerja industri pengelolaan investasi disebut tetap terjaga. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pada akhir kuartal II 2026 mencapai Rp652,9 triliun.
Tren positif itu berlanjut hingga akhir Juli. Per 30 Juli 2026, NAB reksa dana tercatat Rp653,26 triliun, atau naik 1,59% secara kuartalan.
Selain pergerakan indeks dan reksa dana, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal juga dinilai masih kuat. Hingga 31 Juli 2026, nilai penghimpunan dana tercatat Rp113,13 triliun secara year to date.
Friderica menuturkan, capaian tersebut terutama ditopang penerbitan efek bersifat utang dan sukuk senilai Rp98,27 triliun. Nilai itu menjadi porsi terbesar dari total penghimpunan dana sepanjang tahun berjalan.
"Menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia, terutama melalui penerbitan efek bersifat utang dan atau sukuk," tutur Friderica.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Friderica Widyasari Dewi, Otoritas Jasa Keuangan / OJK, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.