periskop.id - Jelang puncak arus mudik Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meresmikan penerapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa. Kebijakan ini dimulai Rabu siang, H-3 Lebaran, dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Peresmian ditandai dengan pengibaran bendera oleh Dudy bersama jajaran kepolisian, Jasa Marga, dan Jasa Raharja. Tepat pukul 13.25 WIB, jalur kanan tol resmi difungsikan satu arah menuju Jawa Tengah.
“Ini adalah bentuk dari kehadiran negara untuk memastikan memberikan layanan terbaik buat masyarakat yang akan melakukan mudik,” ujar Dudy dilansir dari Antara, Rabu (18/3).
Sebelumnya, rekayasa serupa sudah diuji coba sejak Selasa (17/3) namun hanya terbatas dari KM 70 hingga KM 263.
Lonjakan volume kendaraan membuat pemerintah memperluas cakupan hingga Semarang. Data Korlantas Polri mencatat, arus kendaraan di Tol Trans Jawa meningkat lebih dari 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga pengaturan lalu lintas menjadi krusial untuk mencegah kemacetan panjang.
Selain meresmikan kebijakan, Dudy juga membagikan bingkisan kepada sejumlah pemudik yang berada di barisan depan antrean. Jalur one way dikawal tiga mobil polisi, sementara jalur sebaliknya dikosongkan agar tidak ada kendaraan yang melawan arus.
Dudy mengingatkan agar pengemudi tetap mematuhi arahan petugas dan menjaga kecepatan.
“Harapannya perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat bisa dilaksanakan dengan aman, lancar, dan tentunya berkeselamatan,” katanya.
Rekayasa lalu lintas one way sendiri bukan hal baru. Sejak 2019, Polri dan Kementerian Perhubungan rutin menerapkan sistem ini pada periode mudik Lebaran. Menurut kajian Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), kebijakan tersebut terbukti mampu menurunkan waktu tempuh hingga 40% pada jalur padat, meski menuntut koordinasi ketat antarinstansi.
Dengan penerapan kali ini, pemerintah berharap arus mudik menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat lebih terkendali. Polri juga menyiapkan skema contra flow di titik-titik tertentu bila terjadi kepadatan ekstrem.
Tinggalkan Komentar
Komentar