Periskop.id - Bagi beberapa orang, mungkin minum kopi di pagi hari menjadi suatu kebiasaan yang harus dilakukan untuk menjaga mood. Selain itu, minum kopi juga bisa membantu kamu agar tidak mengantuk sebelum memulai aktivitas. Kandungan kafein di dalam kopi dianggap bisa membantu tubuh tetap terjaga.

Berdasarkan penelitian skripsi yang dilakukan oleh Ramos Oliveira Samosir, kafein mampu memberikan stimulasi pada sistem metabolisme dan saraf pusat. Efeknya, tubuh terasa lebih bertenaga, rasa kantuk berkurang, dan konsentrasi meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian dalam artikel jurnal berjudul “Early Effects of Caffeinated and Decaffeinated Coffee on Subjective State and Gender Differences” oleh Adan, dkk., menyatakan kalau kandungan kafein bisa bereaksi dalam 30—60 menit setelah dikonsumsi.

Namun, apakah minum kopi di pagi hari baik untuk tubuh atau justru malah memberikan efek buruk? Pembahasan mengenai topik ini menjadi penting agar kamu bisa memperoleh pemahaman yang lebih tepat.

Apakah Boleh Minum Kopi di Pagi Hari?

Pada pagi hari, biasanya tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Hormon ini berperan penting dalam membantu tubuh menghadapi tekanan dan meningkatkan fokus serta kewaspadaan ketika menjalani aktivitas. Produksi kortisol biasanya mencapai puncaknya sekitar pukul 8—9 pagi, lalu perlahan kadarnya menurun seiring berjalannya waktu.

Ketika kadar hormon ini menurun, selanjutnya tubuh akan membutuhkan rangsangan tambahan agar tetap terjaga. Di sinilah kafein dalam kopi bisa menjadi pilihan yang pas untuk membantu menjaga energi dan konsentrasi. Namun, kalau minum kopi saat hormon kortisol masih berada di puncaknya, justru akan menghilangkan manfaat dari kopi itu sendiri.

Minum kopi di pagi hari ternyata juga bisa menurunkan risiko kematian. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan tim dari Tulane University, New Orleans. Studi tersebut melibatkan 40.725 orang dewasa yang datanya diambil dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional di Amerika Serikat selama periode 1999 hingga 2018.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi di pagi hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 16%. Tak hanya itu, risiko kematian akibat penyakit jantung juga tercatat menurun sebesar 31%.

Jadi, minum kopi di pagi hari sebenarnya tidak masalah. Hal yang harus diperhatikan ada pada pemilihan waktu yang tepat agar manfaat kopi bisa dirasakan secara maksimal.

Lalu, Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Kopi?

Pertanyaan ini penting untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya. Dari penjelasan sebelumnya, waktu yang tepat untuk mengonsumsi kopi adalah setelah kadar hormon kortisol mulai menurun agar manfaat kopi bisa dirasakan secara optimal. Karena itu, minum kopi disarankan dilakukan setelah pukul 10 pagi.

Saat mulai sibuk dengan pekerjaan, rasa lelah akibat beban kerja yang menumpuk akan muncul. Minum kopi bisa menjadi pilihan untuk membantu tubuh tetap segar dan fokus. Selain itu, minum kopi di pagi hari juga dianggap lebih baik bagi kesehatan jantung dibandingkan mengonsumsinya di malam hari. Konsumsi kopi pada malam hari justru akan mengganggu ritme sirkadian dan produksi hormon melatonin yang berdampak pada kualitas tidur, peradangan, dan tekanan darah.

Prof. Thomas Lüscher, Konsultan Kardiologi di Rumah Sakit Royal Brompton dan Harefield di London menyebutkan bahwa konsumsi kafein sepanjang hari berpotensi menurunkan kualitas tidur. Meski begitu, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Minum kopi secara berlebihan justru bisa memicu penyakit lain, seperti asam lambung, diabetes, dan hipertensi.

Konsumsi kopi yang berlebihan juga berisiko mengganggu pola makan yang pada akhirnya bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Agar tubuh tetap sehat, penting untuk menerapkan pola hidup seimbang dengan asupan gizi yang tercukupi.