periskop.id - Harga minyak turun pada Jumat (19/12) dan berpotensi menutup minggu ini lebih rendah untuk kedua kalinya berturut-turut, karena meningkatnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina menahan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat blokade tanker minyak Venezuela.
Melansir Reuters, Jumat (19/12), harga minyak acuan Brent turun 12 sen atau 0,2% menjadi US$59,70 per barel pada pukul 07.38 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan 16 sen atau 0,3% lebih rendah di level US$55,99 per barel. Secara mingguan, Brent turun 2,3% dan WTI turun 2,5%.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (18/12) mengatakan ia yakin pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina “sudah mendekati sesuatu” menjelang pertemuan AS dengan pejabat Rusia akhir pekan ini.
Di sisi lain, masih belum jelas bagaimana AS akan menegakkan pengumuman Trump untuk memblokade tanker yang masuk dan keluar dari Venezuela di bawah sanksi, padahal negara itu menyumbang sekitar 1% pasokan global. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Coast Guard AS pekan lalu menyita sebuah tanker minyak Venezuela.
“Ketidakpastian terkait rincian pelaksanaan dan optimisme bahwa kesepakatan damai yang dipimpin AS untuk Ukraina masih mungkin muncul meredakan kekhawatiran pasokan global dan menahan premi risiko geopolitik,” kata analis IG, Tony Sycamore, Jumat.
Beberapa langkah lebih lanjut yang menargetkan minyak Rusia bisa menimbulkan risiko pasokan lebih besar ke pasar dibanding blokade tanker Venezuela, menurut analis.
Venezuela pada Kamis mengizinkan dua kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) yang tidak terkena sanksi untuk berlayar ke China, menurut dua sumber yang mengetahui operasi ekspor minyak Venezuela.
Analis di Bank of America memperkirakan harga minyak yang lebih rendah akan mengurangi jumlah pasokan, yang bisa mencegah penurunan harga lebih dalam.
“Rally dari level saat ini yang menembus resistance di kisaran US$56,70–56,90 akan memperkuat kemungkinan bahwa penurunan minggu ini ke level US$54,98 adalah false break (penurunan palsu),” kata Sycamore.
Sebaliknya, jika menembus US$54,98/90, momentum turun bisa kembali, dengan target psikologis di level US$50,00.
Tinggalkan Komentar
Komentar