Periskop.id - Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup Generasi Z (Gen Z), bukan hanya sebagai minuman pemicu energi, tetapi juga sebagai bagian dari rutinitas sosial dan me time. Sebuah survei komprehensif memetakan secara detail bagaimana Gen Z mengonsumsi, memilih, dan menghabiskan uang mereka untuk minuman kafein ini.
Sumber informasi utama diperoleh dari publikasi survei Jakpat pada tahun 2024 yang berjudul “Gen Z Characteristics dan Behaviors”.
Frekuensi dan Dominasi Konsumsi Pria
Secara keseluruhan, 1 dari 5 Gen Z (19%) minum kopi sekali sehari. Data menunjukkan adanya kecenderungan bahwa pria Gen Z minum kopi lebih sering daripada wanita.
Sebanyak 17% pria Gen Z minum kopi 2 hingga 3 kali sehari, sementara persentase wanita jauh lebih rendah. Di sisi lain, 33% wanita Gen Z melaporkan tidak pernah minum kopi, berbanding terbalik dengan hanya 12% pria.
Adapun perbedaan frekuensi konsumsi kopi antara pria dan perempuan Gen Z terlihat jelas pada tabel berikut:
| Frekuensi Minum Kopi | Laki-laki (%) | Perempuan (%) | Total (%) |
|---|---|---|---|
| Lebih dari 3 kali sehari | 7% | 1% | 4% |
| 2–3 kali sehari | 17% | 6% | 12% |
| Sekali sehari | 23% | 14% | 19% |
| 3–4 kali seminggu | 15% | 9% | 12% |
| 1–2 kali seminggu | 26% | 36% | 31% |
| Tidak pernah | 12% | 33% | 22% |
Preferensi Jenis Kopi
Dalam hal jenis kopi, perbedaan gender juga terlihat dari preferensi jenis kopi.
Perempuan Gen Z cenderung menyukai varian kopi instan berperasa (flavored instant coffee) seperti cappuccino dan latte, dipilih oleh 64% responden perempuan. Sebaliknya, pria Gen Z lebih menyukai kopi instan murni tanpa tambahan gula, krimer, atau susu.
Kopi dari kafe (coffee from cafes) menempati posisi ketiga teratas untuk kedua gender (35% total), menunjukkan daya tarik coffee shop tetap tinggi.
Adapun perbedaan preferensi jenis kopi antargender yakni sebagai berikut:
| Jenis Kopi yang Biasa Dikonsumsi | Laki-laki (%) | Perempuan (%) | Total (%) |
|---|---|---|---|
| Kopi instan berperasa | 51% | 64% | 57% |
| Kopi instan murni | 44% | 31% | 38% |
| Kopi dari kafe | 34% | 38% | 35% |
| Kopi siap minum | 28% | 26% | 27% |
| Kopi keliling / kopi pinggir jalan | 24% | 16% | 20% |
Waktu Ngopi Puncak
Berlawanan dengan anggapan bahwa kopi dominan diminum di pagi hari untuk memulai aktivitas, waktu yang paling populer bagi Gen Z untuk menikmati kopi justru saat hari mulai gelap, yaitu antara pukul 6 sore hingga pukul 9 malam, dengan persentase tertinggi mencapai 33%.
Waktu minum kopi terpopuler kedua barulah di pagi hari, dengan 26% Gen Z meminumnya antara pukul 6 pagi hingga 9 pagi, sebelum memulai hari.
Menariknya, 21% Gen Z menyatakan tidak memiliki waktu khusus untuk minum kopi, alias sangat situasional.
Berikut ini adalah rincian preferensi waktu minum kopi antargender:
| Waktu Minum Kopi (Jam) | Persentase (%) |
|---|---|
| 06.01 – 09.00 | 26% |
| 09.01 – 12.00 | 16% |
| 12.01 – 15.00 | 21% |
| 15.01 – 18.00 | 20% |
| 18.01 – 21.00 | 33% |
| 21.01 – 06.00 | 14% |
Dominasi Merek dan Faktor Penentu Pilihan
Good Day menjadi merek kopi paling populer di kalangan Gen Z, dikonsumsi oleh 70% untuk kopi instan dan 71% untuk kopi siap minum.
Di kategori kafe, Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan Fore menjadi tiga merek teratas yang paling dominan dipilih, mengungguli merek-merek lain. Adapun rinciannya sebagai berikut:
| Merek Kopi Kafe | Persentase (%) |
|---|---|
| Kopi Kenangan | 60% |
| Janji Jiwa | 56% |
| Fore | 54% |
Faktor Penentu Gen Z untuk Beli Kopi
Bagi Gen Z, dua faktor paling menentukan saat memilih kopi adalah harga (47%) dan rasa (46%). Selain itu, 34% responden lebih memilih kopi yang aman untuk lambung, menunjukkan kesadaran akan kesehatan pencernaan yang tinggi di kalangan muda.
Soal harga, 48% Gen Z bersedia mengeluarkan kurang dari Rp10.000 untuk per cangkir, sedangkan 30% rela menghabiskan Rp10.000–Rp25.000. Kemudian, hanya sekitar 5% yang bersedia membayar secangkir kopi di atas Rp50.000.
Tinggalkan Komentar
Komentar