periskop.id - Sri Mulyani baru-baru ini ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus sebuah yayasan filantropi. Pengangkatan tersebut diumumkan secara resmi melalui situs Gates Foundation. Yayasan ini dikenal berfokus pada berbagai isu global, mulai dari peningkatan kesehatan hingga upaya pengentasan kemiskinan.

CEO sekaligus anggota dewan pengurus Gates Foundation, Mark Suzman menyampaikan bahwa Sri Mulyani dinilai memiliki keahlian dalam mendorong terciptanya hasil ekonomi yang berkeadilan. Menurutnya, kepemimpinan Sri Mulyani diyakini bisa mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Gates Foundation sehingga bisa memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia.

Mengenal Gates Foundation

Bill & Melinda Gates Foundation merupakan salah satu yayasan swasta terbesar di dunia yang beroperasi secara transparan. Yayasan ini didirikan oleh Bill Gates bersama mantan istrinya, Melinda Gates, pada tahun 2000 dengan kantor pusat yang berlokasi di Seattle, Washington.

Pembentukan yayasan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap tingginya angka kematian anak akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Atas kondisi itulah, Gates Foundation berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat global, khususnya di negara-negara berkembang.

Gates Foundation memiliki tujuan utama, di antaranya memperbaiki sistem kesehatan global, mengurangi kemiskinan, dan memperluas akses terhadap pendidikan dan teknologi informasi, terutama di Amerika Serikat. Landasan nilai yang dipegang yayasan ini adalah keyakinan bahwa setiap kehidupan memiliki nilai yang sama.

Dalam menjalankan misinya, Gates Foundation membantu masyarakat di berbagai belahan dunia agar bisa hidup lebih sehat dan produktif. Yayasan ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di negara berkembang untuk menghadirkan solusi konkret sehingga masyarakat bisa membangun masa depan yang lebih baik dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Setiap tahunnya, Gates Foundation menyalurkan dana hibah senilai miliaran dolar Amerika Serikat untuk mendukung program di bidang kesehatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, sanitasi, dan kesetaraan gender. Sumber pendanaan yayasan ini berasal dari kekayaan pribadi Bill Gates dan Melinda Gates dan didukung oleh investor ternama Warren Buffett. Total dana tersebut mencapai sekitar 50 miliar dolar AS dan dikelola sebagai dana abadi.

Pendanaan yang Telah Dikeluarkan

Sejak tahun 2009, yayasan ini telah menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai US$ 33,5 miliar. Di Indonesia, Gates Foundation turut memberikan dukungan berupa dana hibah sebesar US$ 159 juta, terutama di sektor kesehatan, salah satunya untuk pengembangan vaksin polio.

Selanjutnya, yayasan ini kembali menyalurkan dana hibah dengan nilai yang sama kepada Indonesia. Dana tersebut kemudian dialokasikan ke berbagai sektor, antara lain sektor kesehatan sebesar US$ 119 juta, pertanian sebesar US$ 5 juta, teknologi sebesar US$ 5 juta, serta sejumlah bantuan lainnya.

Penghabisan Dana Abadi dalam Dua Dekade ke Depan

Sang pendiri, Bill Gates, menunjukkan komitmen besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat global. Ia berencana mengalokasikan dan menghabiskan dana abadi yayasan dalam dua dekade ke depan. Fokus utama yang akan dijalankan, yaitu menekan angka kematian ibu dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah, memastikan generasi mendatang tumbuh tanpa terkena penyakit menular, dan membantu jutaan orang keluar dari jerat kemiskinan.