periskop.id - Nama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, mencuat dalam bursa calon wakil menteri keuangan. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa Juda telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026, yang semakin menguatkan spekulasi dirinya akan mengisi posisi wakil menteri keuangan.

Profil Juda Agung

Mengutip laman resmi Bank Indonesia, Juda Agung merupakan kelahiran Pontianak tahun 1964. Pendidikan sarjananya ditempuh di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil jurusan Teknologi Pertanian dan selesai pada 1987. 

Juda Agung pernah menjabat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020—2022. Sebelumnya, ia juga memiliki pengalaman internasional sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), Washington DC, Amerika Serikat, pada 2017–2019. Di dalam negeri, Juda juga sempat dipercaya memimpin sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

Setelah meraih gelar sarjana di bidang Teknologi Pertanian, Juda melanjutkan pendidikan ke University of Birmingham, Inggris, dengan fokus pada bisnis dan keuangan. Dari universitas tersebut, ia memperoleh gelar magister pada 1995. Pendidikan akademiknya kemudian dituntaskan dengan meraih gelar doktor (S3) di bidang Ekonomi di University of Birmingham pada 1999.

Karier Juda Agung

  • 1992—1999: Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, penugasan di Kantor Perwakilan BI London.
  • 1999—2002: Peneliti Ekonomi Junior, Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.
  • 2002—2003: Peneliti Ekonomi, Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.
  • Analis Senior: Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.
  • 2006—2008: Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, sekaligus penugasan di International Monetary Fund (IMF).
  • 2012—2013: Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
  • 2013: Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
  • Februari 2014: Dilantik sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia.
  • 24 Desember 2021: Diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 202.
  • 6 Januari 2022: Resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan masa jabatan hingga 2027.

Harta Kekayaan Juda Agung

Mengacu pada LHKPN tahun pelaporan 2024 yang dilaporkan pada 10 Maret 2025, total kekayaan Juda Agung tercatat sebesar Rp56,08 miliar.

Rincian harta kekayaan Juda Agung antara lain:

  • Tanah dan bangunan: Rp21,52 miliar
  • Surat berharga: Rp22,31 miliar
  • Kas dan setara kas: Rp11,88 miliar
  • Alat transportasi dan mesin: Rp2,02 miliar
  • Total utang: Rp1,65 miliar
  • Nilai bersih kekayaan: Rp56.084.744.920

Menguat sebagai Calon Wamenkeu

Berbekal pengalaman panjang di Bank Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) serta pemahaman mendalam soal isu makroekonomi dan stabilitas keuangan, Juda Agung dinilai punya modal kuat untuk mengisi posisi wakil menteri keuangan.  Apalagi, kursi wamenkeu saat ini kosong di tengah kebutuhan pemerintah memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter demi menjaga perekonomian nasional.

Pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia turut memperkuat sinyal adanya pergeseran dan rotasi strategis antara otoritas moneter dan fiskal. Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan resmi pemerintah dengan nama Juda Agung mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menduduki jabatan wakil menteri keuangan.